Techno

TikTok Minta Dukungan Rakyat Amerika Serikat, Imbas Ancaman Pemblokiran oleh Donald Trump

Baru-baru ini, pihak TikTok merespon ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal pemblokiran aplikasi video asal China tersebut.

TechSpot
Ilustrasi Aplikasi TikTok 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Manajemen TikTok tampaknya meminta dukungan rakyaat Amerika Serikat (AS) setelah adanya ancaman pemblokiran oleh Presiden Donad Trump.

Baru-baru ini, pihak TikTok merespon ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal pemblokiran aplikasi video asal China tersebut.

Lewat media sosial, General Manager TikTok Amerika Serikat Vanessa Pappas menyatakan bahwa "mereka tidak berencana angkat kaki".

Pappas mengatakan, TikTok berencana di AS untuk "waktu yang lama", dan meminta publik Negeri "Uncle Sam" untuk mendukung mereka.

Presiden AS Donald Trump Bakal Blokir TikTok, Menjadi Ancaman Terhadap Keamanan Negara

WOW! TikTok Sediakan Uang Rp 2,9 Triliun Bagi Kreator Konten, Bagini Cara Dapatkannya

Instagram Luncurkan Aplikasi Mirip TikTok Bulan Depan, Begini Cara Aktivasi Fitur Reels

Pernyataan itu disanpaikan setelah Trump mengumumkan dia berencana menghentikan operasional aplikasi berbagi video itu buntut tensi panas dengan China.

Washington berulang kali menuding adanya ancaman keamanan, dan menyebut Negeri "Panda" melakukan pencurian properti intelektual bernilai miliaran dollar.

Dilansir Sky News Sabtu (1/8/2020), Beijing dengan tegas membantah klaim itu, dengan TikTok kemudian bereaksi melalui Pappas.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memakai masker untuk pertama kalinya, saat mengunjungi Rumah Sakit Militer Walter Reed di Bethesda, Maryland, AS, pada 11 Juli 2020. (REUTERS/TASOS KATOPODIS)

"Kami telah mendengar curahan dukungan Anda dan kami ingin mengucapkan terima kasih. Kami tak berencana pergi ke mana pun," tegasnya.

Dalam rilisnya, aplikasi yang dikembangkan ByteDance itu menerangkan 100 juta warga AS menggunakan aplikasi mereka untuk hiburan selama pandemi.

Merujuk kepada klaimnya, aplikasi itu memberikan lapangan kerja bagi sekitar 1.000 orang tahun ini, dan berencana menambahkannya hingga 10.000 seantero AS.

Aplikasi yang dirilis pada September 2016 itu menuturkan, dana 1 miliar dollar AS (Rp 15,6 triliun) digelontorkan untuk mendukung para kreator di AS.

Halaman
12
Editor: Rahmadhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved