Berita HSS

Tak Lagi Viral, Kalang Hadangan di Daha Utara HSS Kini Sepi

Wisata kerbau rawa di Desa Pandak Daun, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan sempat viral dan ramai dikunjungi wisatawan pada Juni 2020

Tayang:
Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kerbau rawa berenang menuju kalang (kandang) di tengah perairan rawa di Desa Pandak Daun, Kecamatan Daha Utara, Hulu Sungai Selatan, Juni 2020 lalu 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Wisata kerbau rawa di Desa Pandak Daun, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan sempat viral dan ramai dikunjungi wisatawan pada Juni 2020 lalu.

Tiap hari puluhan perahu ces bermesin hingga kapal berkapasitas 40 orang pun sempat lalu lalang menuju kalang hadangan (kandang kerbau rawa), membuat kawasan itu menjadi hidup.

Namun tak lama setelah ada pihak yang menyelenggarakan kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyak tanpa memedulikan protokol kesehatan, pemerintah kecamatan setempat pun menutup kawasan tersebut.

Sejak itulah, warga tak lagi berwisata ke kalang hadangan, dan hingga kini taka da lagi lalu lalang perahu ces atau kapal mengatar wisatawan lokal maupun luar daerah.

Jadi Istri Shah Rukh Khan Sejak Usia 22 Tahun, Kecantikan Gauri Khan Muda Tak Main-main

“Sekarang sudah sepi. Hanya sebentar kami menikmati ramainya mencari rezeki dari angkutan air mengantar penumpang ke Kalang saat wisata itu viral,”kata Iyan, motoris kapal dan perahu ces, kepada banjarmasinpost.co.id,Senin 3/8/2020).

Warga Desa Samuda itu pun berharap, objek wisata ini kembali ramai dan pemerintah mengizinkan pengujung datang, dengan pegawasan protokol kesehatan oleh aparat penegak protokol kesehatan.

“Jangan karena ulah oknum yang berbuat kesalahan, semua kena imbasnya. Kami ingin jasa angkutan air kembali bangkit, agar bisa kembali mencari nafkah,”kata Iyan.

Update Covid- 19 Batola, Konfirmasi Positif 7 Warga dan Sembuh 3 Orang

Dijelaskan, saat ini kondisi air rawa mulai menyurut, sehingga untuk jenis kapal tak bisa lagi mencapai kalang hadangan.

Meski demikian, jika ada kalangan terbatas yang ingin berkunjung kesana dan memtuhi protokol pencegahan covid-19, para pemilik usaha angkutan air menurutnya bisa melayani dengan naik perahu ces.

“Jumlah penumpangnya, maksimal hanya lima orang,”katanya.

Dijelaskan sebelum wisata kalang hadangan ramai dikunjungi pada Juni 2020 lalu, sebenarnya sudah ada wisatawan dari luar daerah, atau bahkan dari luar negeri yang minta antar ke tempat tersebut, untuk melihat keunikan kehidupan hewan ternah rawa tersebut. Hanya saja, menjadi viral, ketika waitawan dari penduduk lokal, ikut meramaikan kunjungan ke sana, sehingga makin ramai.

 Keunikan kerbawa rawa adalah bisa berenang belasan kilometer, di air rawa yang cukup dalam. Ternak kerbau itu, juga mencari makan sendiri ke padang rumput yang luas yang ada di sekitar lahan rawa. Selain keunikan tersebut, pengunjung pun akan disajikan pemandangan alam yang indah menjelang matahari tenggelam, di alam bebas. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved