Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Telur Ayam Stabil, Pedagang di Kalindo Banjarmasin: Masih Separuh Penjualan

Pedagang telur ayam di Pasar Kalindo Banjarmasin sebut harga penjualan relatif stabil saat Lebaran Idul Adha 1441 H Rp 25.000 per kilogram.

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASKNPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga telur ayam di pasaran Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), mencapai harga stabil, Rp 25.000 per kilogram.

Menanggapi harga telur ayam saat ini, Kepala Seksi Monitoring dan Pengendalian Pendaftaran Perusahaan, Barang Beredar dan Hanpokting Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Trisnawati Mulyo Hapsari, membenarkan situasi tersebut.

Menurut dia, harga telur ayam saat ini stabil, tidak ada kenaikan harga. Meskipun, Lebaran Idul Adha 1441 H telah lewat. "Harga telur ayam saat ini stabil. Hari ini Rp 25.000 per kilogram," sebutnya kepada Banjarmasinpost..co.id. Senin (3/8/2020).

Meskipun demikian, penjualan di saat pandemi Covid-19 hingga saat ini belum kuga kembali ke penjualan normal menurut beberapa pedagang.

Sementara itu, disampaikan oleh salah satu pedagang telur ayam, Rusmiati (39) di kawasan Pasar Kalindo, Senin (3/8/2020).

Harga Telur Ayam Tembus Hingga Rp 28 Ribu Per Kilogram, Begini Penjelasannya

Mana Lebih Baik Telur Ayam Kampung atau Ayam Negeri?, Ternyata Begini Faktanya

Sudah Berapa Kali Kamu Makan Telur Ayam HE? Ternyata Telur Ini Dilarang Pemerintah

Harga Telur Ayam di Banjarmasin Turun Tajam, Ini Kata Disdag Kalsel

Pembelian telur ayam masih dibawah penjualan hari-hari normal sebelum adanya pandemi. "Kalau dulu, satu pelanggan itu bisa beli paling sedikit tiga rak telur. Tapi sekarang, cuma satu rak," ucap Rusmiati.

Dia pun menjelaskan harga telur ayam saat ini memang normal, namun pembelian masih tetap berkurang.

Pengurangan pembeli telur ayam di lapaknya, Rusmiati menjelaskan, sebab banyak pelanggannya yang membuka warung makan saat ini tidak lagi berjualan.

"Banyak pelanggan yang beli karena punya usaha warung makan. Tapi sekarang, banyak yang tutup warungnya. Jadi, pelanggan juga banyak yang berkurang," imbuh Rusmiati.

Tutupnya usaha warung makan yang memasok keperluan  telur ayam sehari-hari dari telur ayam yang dijual Rusmiati tersebut membuat keuntungan juga ikut menurun.

Ia juga menjelaskan, tutupnya usaha para pelanggannya tersebut mulai dari tutup sementara hingga berhenti total dari usaha warung makan yang dijalankan. Sehingga, pembelian jumlah telur ayam di lapaknya pun turut terimbas.

"Akibat banyaknya pekerja yang diberhentikan, juga menjadi faktor berkurangnya pembeli telur ayam di tempat saya," tanadasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Leniwulandari)

Penulis: Leni Wulandari
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved