Breaking News:

Tajuk

Perbaikan Ekonomi

Dengan rendahnya tingkat penambahan kasus Virus Corona saat ini setiap orang yang masuk ke Kalimantan Tengah tidak lagi diperiksa.

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hingga saat ini kasus Covid-19 di dunia terus meningkat, dilansir worldometers.info yang terinfeksi virus corona mencapai 18.234.936 hingga Senin 3 Agustus 2020 kemarin.

Dari jumlah tersebut, ada 6.097.993 kasus aktif dengan 6.032.239 kasus ringan dan 65.754 kasus serius. Pasien meninggal dunia totalnya menjadi 692.794, yang sembuh berjumlah 11.444.149.

Tak jauh berbeda, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia juga tak mengalami penurunan bahkan meningkat tajam.

Seperti data yang disampaikan Senin (3/8/2020) kemarin, ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.679 orang. Dengan penambahan itu, kini total kasus positif Virus Corona menjadi 113.134 orang.

Sementara menurut data terbaru 3 Agustus, Pulau Kalimantan, Kalimantan Selatan yang tertinggi dengan 46 kasus, Kalimantan Timur 22 kasus dan terendah Kalimantan Tengah dengan 14 kasus.

Dengan rendahnya tingkat penambahan kasus Virus Corona saat ini setiap orang yang masuk ke Kalimantan Tengah tidak lagi diperiksa.

Bahkan kendaraan dari luar yang ingin memasuki Kota Palangkaraya, tidak lagi menjalani pemeriksaan di pos lintas batas wilayah.

Padahal selama empat bulan terakhir kendaraan datang dari arah Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, yang melintas di Jalan Trans Kalimantan poros selatan dan poros tengah harus menghadapi pemeriksaan petugas.

Pada Jumat (31/7) malam, Wali Kota Fairid Naparin secara resmi memberhentikan aktivitas pos dan membubarkan personelnya, mengacu pada Perpres Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Untuk melaksanakan ‘titah’ Perpres 82 tahun 2020 itu, Pemerintah Kota Palangkaraya menarik seluruh petugas di pos lintas batas Beringin Kelurahan Pahandut Seberang arah Palangkaraya-Gunungmas dan Pos Taruna Kelurahan Kalampangan arah Palangkaraya-Banjarmasin dan hanya melakukan pengawasan di dalam kota.

Tidak hanya masyarakat secara umum yang merasakan dampak positifnya, pengguna transportasi udara khususnya maskapai penerbangan juga ikut merasakan dan kini tidak perlu mengurus rapid test.

Diharapkan jumlah penumpang makin meningkat dan bisnis penerbangan di Kalteng dan Kalsel berangsur-angsur membaik. (*)

Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved