Breaking News:

Berita Banjarbaru

Jadi Pengusaha, Begini Kata Ketua HIPMI BPC Banjarbaru Robbi Noer Miftah

Ketua Hipmi Banjarbaru Robbi Noer Miftah menyebut tiga jenis jadi pengusaha, karena keturunan, merintis dan direncanakan orangtua.

ISTIMEWA
Robbi Noer Miftah, Ketua Umum Hipmi BPC Banjarbaru, Kalimantan Selatan ( Kalsel ). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU -  Menjadi seorang pengusaha karena tiga sebab, ungkap Robbi Noer Miftah, Ketua Umum Hipmi BPC Banjarbaru, Kalimantan Selatan ( Kalsel ), yaitu nasab, nasib dan desain.

"Nasab berarti keturunan. Menjadi pengusaha karena memang dari keturunan pengusaha. Nasib, ya seperti kami, berjuang merintis usaha dan Alhamdulilah bisa mandiri. Desain, yaitu pengusaha yang lahir karena sejak awal sudah didesain, dipola, dibimbing untuk bisa berwirausaha," papar lelaki kelahiran 30 Oktober 1982 ini kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (5/8/2020)..

Dalam hal entrepreneur by design, HIPMI punya beberapa program untuk anak muda antara lain HIPMI Goes to School, HIPMI Goes to Kampus (HIPMI Perguruan Tinggi), HIPMI Goes to Pesantren.

"Contohnya ada beberapa mahasiswa yang belum punya usaha dan bergabung di HIPMI. Sesuai bakat dan minat, kemudian diarahkan, dibimbing untuk bisa berwirausaha sesuai bidang masing-masing," jelas pemilik Cozmix Printing.

Sikapi Situasi Sulit Masa Pendemi Covid-19, Hipmi Tala Sebut Usaha ini Menggiurkan

HIPMI Kalsel Sumbang APD untuk Batola

Ketua Hipmikindo Kalsel Yeni Mulyani Sebut 200 Anggota Terdampak Wabah Corona

Bantu Paramedis Perangi Covid-19, Ini yang Dilakukan Hipmi Kabupaten Banjar

Jika mulai sekarang mereka itu dikolaborasi, maka harapan Robbi dalam 3-5 tahun ke depan bermunculan pengusaha muda baru yang menguasai pasar dan perekonomian di daerahnya.

"HIPMI itu bukan organisasi yang tidak dapat anggaran dari pemerintah atau siapa, jadi para anggota yang baru belajar jangan berpikir bakal dapat bantuan modal. Tapi mereka pasti dapat ilmu, pembinaan, pengalaman untuk kemandirian mereka," beber Robbi.

Salah satu pembinaan pengusaha, di HIPMI ada program MCB (Medical Check up Business), yaitu acara sebulan sekali berisi sharing atas permasalahan usaha yang dihadapi anggota. Jadi dalam satu pertemuan, ada satu 'pasien' ditangani bersama oleh para rekannya yang sudah berpengalaman.

"Misal ada anggota yang produknya bagus tapi sales-nya rendah. Atau, packaging bagus, tapi marketnya rendah. Adapula yang punya produk bagus, packaging bagus, tapi pasar kurang. Ini yang kami sharing, bagaimana kiat atau langkah dilakukan agar usaha mereka bisa berkembang," tandas warga Jl Perdagangan Banjarbaru ini.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved