Atlet yang Mengikuti Jejak Orangtua
Bakat Bermain Bola Marshell Huawei Menurun dari Ayah, sang Legenda Barito Putera
Legenda Barito Putera Frans Sinatra Huwae menurunkan bakat pesepakbola di putra keduanya, Gideon Marshell Clementino Huwae.
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Eka Dinayanti
Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Legenda Barito Putera Frans Sinatra Huwae menurunkan bakat pesepakbola di putra keduanya, Gideon Marshell Clementino Huwae.
Selain posisi sebagai jenderal lapangan tengah, postur tubuh Marshell Huwae juga tidak jauh dari sang ayah.
Marshell hanya kalah pengalaman membela klub di banding ayahnya.
Frans Sinatra pernah beberapa kali tampil di sejumlah klub bahkan ikut membela timnas pelajar Indonesia sementara Marshell hanya berkecimpung di klub Barito Putera, Martapura FC dan Persekat Tegal.
• Sejak Kecil Melihat Ayahnya Bertanding, Putra Yunan Helmi ini Memilih Jadi Penjaga Gawang
Cello sapaannya memulai mrier sepak bola memperkuat salah satu klub amatir di Kota Rantau Kabupaten Tapin, Laskar Tapin.
Bakatnya sebagai jenderal lapangan tengah membuat dia dipanggil untuk memperkuat tim Martapura FC.
Cello bahkan bergabung dengan tim Barito Putera.
Di Tim Laskar Antasari karier Cello kurang cemerlang, kemudian dia bergabung dengan tim Martapura FC.
Bahkan bersama sang ayah yang mengarsiteki tim, Cello berapa kali membawa tim Laskar Sultan Adam lolos ke 8 besar.
Terakhir Cello mengantar tim Macan Gaib lolos ke 8 besar Liga 2 musim 2019.
Namun kurang jelasnya nasib Martapura FC di Liga 2 musim 2020 membuat Cello mengambil keputusan bergabung dengan Persekat Tegal.
Dalam laga ujicoba sebelum musim bergulir, Cello membawa timnya menang 2-0 atas mantan timnya Martapura FC di laga ujicoba.
Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ig-marshell-huwae1.jpg)