Breaking News:

Berita Banjarmasin

Mengembalikan Kesadaran Kebiasaan Baru di Masa New Normal, Begini Tanggapan Seorang Mahasiswa ULM

Adannya kasus positif Covid-19 di Kota Banjarmasin, memperingatkan masyarakat harus lebih waspada dan meningkatkan kesadaran hidup bersih dan sehat.

Penulis: Salmah | Editor: Syaiful Akhyar
Mengembalikan Kesadaran Kebiasaan Baru di Masa New Normal, Begini Tanggapan Seorang Mahasiswa ULM
istimewa
Khairul Fadlan Lubis

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak awal Maret 2020, pandemi Covid-19 telah ‘menghantui’ masyarakat Indonesia.

Adanya ketakutan masyarakat terhadap penyakit ini menimbulkan panic buying. Tidak hanya membeli keperluan sehari-hari, masyarakat juga berlomba-lomba membeli obat-obatan dan masker.

Gejala panic buying sangat berdampak buruk pada perekonomian mikro dan makro.

Tetapi, panic buying ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keselamatan bersama, walau tidak maksimal.

Pendapat Khairul Fadlan Lubis, mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, setelah gejala panic buying mereda, kesadaran masyarakat seakan-akan mulai pudar sejak diberlakukannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Puluhan Prajurit TNI Kodim 1006 Martapura Jalani Test Swab Massal BNI CSR, Ini Harapan Dandim

Hingga Hari Terakhir, Ada Satu Peserta CPNS Tabalong Belum Tentukan Lokasi Tes SKB

Bhabinkamtibmas Polsek Banjarbaru Timur dan Lurah Palam Sinergi Peduli Sesama di Tengah Pandemi

"Contohnya di Kota Banjarmasin, dikutip dari news.detik.com, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Dr Machli Riyadi mengatakan masih banyak masyarakat yang tak patuh dengan aturan saat PSBB berlangsung," papar Fadlan.

Adanya kepudaran kesadaran ini, berdampak pada peningkatan kasus positif di Kota Banjarmasin. Menurut laporan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, kasus positif COVID-19 meningkat sejak 15 Mei 2020 hingga berakhirnya masa PSBB dan masuk ke 'kebiasaan baru' di awal Juni 2020.

Pada 29 Juli 2020 tercatat ada 2189 kasus positif, 1108 sembuh, dan 145 kematian.
Hal yang harus dipahami oleh masyarakat Kota Banjarmasin dengan adanya 'kebiasaan baru' ini, seharusnya tidak menghilangkan kesadaran terhadap kesehatan dan kebersihan.

Lanjut Fadlan, seperti yang diimbau Pemerintah Kota Banjarmasin dengan akronim Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), masyarakat diminta untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan bersama. Kedisplinan dan kesadaran masyarakat merupakan kunci penanggulangan masalah COVID-19.

"Namun, meski berbagai kebijakan digulirkan pemerintah, tapi jika masyarakat tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kesehatan serta kebersihan bersama, maka kebijakan pemerintah tidak akan efektif dalam menangani permasalahan yang terjadi," ujarnya.

Adanya peningkatan kasus positif di Kota Banjarmasin, masyarakat harus lebih waspada dan hendaknya masyarakat lebih meningkatkan kesadaran arti kesehatan, kebersihan, dan keselamatan bersama dalam menjalankan aktivitas di tengah pandemi.

"Rajin mencuci tangan, menggunakan masker, menutup mulut saat batuk dan bersin, dan selalu menjaga jarak satu sama lain. Jika kesadaran dan kedisplinan masyarakat baik, maka kita semua bisa melewati pandemi ini dengan cepat," pungkas Fadlan.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved