Breaking News:

Tajuk

Pasar Narkoba

Mengerikan lagi, serba ada. Sabu, ganja, ineks, narkotika seperti permen, sampai tambakau gorilla

BANJARMASINPOST.CO.ID - PASTI pernah lihat, orang sibuk di pasar. Deretan pedagang, lalu lalang pembeli. Uang berputar cepat. Barang berpindah-pindah. Bahan sembilan bahan pokok (sembako) atau yang lainnya. Tempat ini menjadi tujuan banyak orang. Setiap hari. Tujuannya sama, mencari yang diperlukan. Tapi tentunya, untuk kepentingan hajat hidup, entah dirinya sendiri atau untuk banyak orang.

Sekarang, bayangkan pasar berbeda. Namanya, pasar narkoba. Mengerikan lagi, serba ada. Sabu, ganja, ineks, narkotika seperti permen, sampai tambakau gorilla. Oknum-oknum lalu lalu lalang di pasar seperti ini. Lebih miris lagi, seakan tidak ada batasan usia.

Dari mana sembako datang? Dari penyuplai, agen, distributor, broker super besar dan lainnnya. Tentu, resmi. Barang aman dari tempat produksi sampai ke Pasar Sentra Antasari, Pasar Lama, Pasar Cempaka, sampai pasar tungging di gang-gang permukiman padat di Banjarmasin. Juga, sampai ke pelosok, bahkan ujung sungai.

Tapi, dari mana narkoba ke pasar narkoba yang mengerikan itu? Dari pengedar kelas bulu, kelas teri, kelas nyamuk, kelas berat, dari dalam penjara, sampai cukong internasional berjas mahal berpenampilan super klimis. Kenapa disebut cukong internasional? Karena, kirimnya banyak dan antar negara.

Lalu, pasar narkoba itu, adanya di mana? Di titik ini, sangat harus waspada kalau Banua dijadikan pasar narkoba. Dijadikan pasar yang ramai. Jadinya, barang harus selalu ada. Dari negeri nan jauh, bisa-bisa sampai ke pedalaman Banua yang tidak disangka-sangka. Mulai dari jumlah sedikit, sampai ada yang ratusan kilogram. Kenyataan, sering terjadi. Berkali disikat petugas berwajib, muncul lagi di lain waktu dengan jumlah yang juga banyak.

Dari sini, kalau tidak ada pasar narkoba, tidak akan ada jual beli. Penjual akan mencari tempat lainnya untuk dijadikan pangsa pasar yang baru. Bisakah menghilangkannya? Sepertinya tidak ada kata lain, selain harus bisa. Demi menyelamatkan orangtua kita, anak kita, kerabat, bahkan orang sangat banyak alias se-Banua.

Harus kita apresiasi, jajaran Polda Kalsel berhasil mencegat ratusan kilogram sabu yang akan dipasarkan di Banua. Hanya yang perlu diingat bersama, yang berantas jangan hanya jajaran polda. Masyarakat juga harus aktif membantu. Sama halnya kampung yang tak ingin tercemar oleh pasangan mesum, menjaga kesucian kampung dari noda. Kalau warga ramai-ramai menjaganya, maka kampung bernama Banua terjaga kesuciannya dari benda terlarang itu. (*)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved