Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

ULM Kembangkan Produk Fillet Ikan Patin Berbasis Startup, Gandeng Pembudidaya Ikan Patin Cindaialus

Menggandeng pembudidaya ikan patin Desa Cindaialus Kabupaten Banjar, Tim ULM diketuai Prof Dr Ir M Ahsin Rifa’i, memproduksi fillet ikan patin

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Syaiful Akhyar
ULM Kembangkan Produk Fillet Ikan Patin Berbasis Startup, Gandeng Pembudidaya Ikan Patin Cindaialus
Muhammad Ahsin Rifa'i untuk banjarmasinpost.co.id
Fakultas Perikanan dan Kelautan ULM memproduksi fillet ikan patin dan sosis ikan patin bersama pembudi daya patin dan ibu rumah tangga Desa Cindaialus Martapura kabupaten BAnjar

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Tingginya produksi ikan patin di Kalimantan Selatan dari hasil budidaya kolam membawa berkah tersendiri bagi masyarakat pembudidaya ikan.

Apalagi dukungan kebijakan dan program yang telah diberikan pemerintah telah berhasil menggenjot produksi patin yang cukup signifikan.

Keberhasilan ini telah menjadikan Kalimantan Selatan sebagai salah satu sentra penghasil ikan patin terbesar kedua di Indonesia dari hasil budidaya setelah Sumatera Selatan.

Salah satu sentra produksi ikan patin Kalimantan Selatan adalah Kabupaten Banjar yang sudah ditetapkan sebagai kawasan agrominapolitan pada tahun 2017.

Keberhasilan budidaya ikan patin ternyata membawa konsekuensi terhadap keseimbangan pasar. Ketika produksi melimpah, pasar telah dibanjiri produk ikan patin, hargapun menjadi turun drastis dan anjlok.

Warga Ringkus Begal Payudara Lalu Diarak ke Kantor Polisi, Korbannya Ibu Muda Hingga Nenek-nenek

1 Muharram 1442 H, Ini Kumpulan Doa Akhir Tahun & Awal Tahun Baru Islam 2020, Simak Bacaannya

Duet IBU Kian Garang Buru Kakap Narkoba, Usai Sita 208 Kg SS, Gagalkan Lagi Peredaran Sabu 300 Kg

Syarat dan Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 4 di prakerja.go.id, Dibuka Mulai Hari Ini

Menurut pengakuan pembudidaya ikan di Kabupaten Banjar, ketika anjlok harga patin ditingkat pembudidaya hanya berkisar Rp 12.000 sampai Rp14.000 per kilogram.

Kondisi ini menyebabkan banyak pembudidaya ikan mengalami penurunan pendapatan bahkan mengalami kerugian. Jika dibiarkan, akan berdampak terhadap kelangsungan pembudidaya ikan patin untuk tetap bertahan.

Beranjak dari permasalahan tersebut, Fakultas Perikanan dan Kelautan Univesitas Lambung Mangkurat (ULM) mencoba mengembangkan alternatif produk ikan patin agar pembudidaya ikan patin memasarkan ikan patin tidak hanya fokus pada ikan patin segar atau hidup namun produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi, jangkauan pemasaran luas, dan teknologi pemasaran mengikuti perkembangan teknologi digital.

Pertimbangan lainnya adalah itu perubahan perilaku masyarakat saat ini yang lebih menyukai mengkonsumsi ikan dengan tingkat kepraktisan tinggi tanpa mengabaikan nilai gizi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved