Breaking News:

Dana Insentif Covid 19

Dana Insentif Covid-19 Langsung Ditransfer ke Rekening Tenaga Medis, ini Besarannya Per Bulan

Pemerintah memutuskan akan langsung mentransfer dana insentif ke rekening tenaga medis yang terlibat dalam penanganan covid-19

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD . 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah memutuskan akan langsung mentransfer dana insentif ke rekening tenaga medis yang terlibat dalam penanganan covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, mengatakan keputusan tersebut diambil karena selama ini proses pencairan insentif melalui rumah sakit dinilai lambat.

Keputusan tersebut, kata Mahfud, diambil pada saat rapat dengan pihak terkait pekan lalu.

Skuad Iri Bilang Bos, Tutup Final BPost Battle Royal Online Competition 2020 dengan Kemenangan

Job Manggung Sepi, Dewi Perssik Banting Setir ke Bisnis Kuliner, Jualan Bumbu Rempah Mamah Muda

“Karena agak lambat dan birokrasinya harus melalui rumah sakit, pada rapat minggu lalu dicari jalan. Begini sajalah, untuk dokter dipercepat penyaluran uangnya. Disalurkan langsung ke rekening masing-masing,” kata Mahfud dalam konferensi pers secara virtual pada Sabtu (8/8).

Mahfud menjelaskan para dokter tersebut nantinya tetap harus melampirkan keterangan resmi dari rumah sakit, alamat dan nomor rekening.

Data tersebut tetap dibutuhkan karena uang yang dikeluarkan untuk insentif merupakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan.

“Asal datanya jelas. Nanti uangnya tidak usah melalui kepala rumah sakit, tidak usah melalui kepala daerah, rekeningnya berapa. Yang penting ada keterangan resmi dari rumah sakit yang menangani ini, alamatnya ini, nomor rekeningnya ini, nanti ditransfer. Itu yang menyangkut insentif bagi dokter yang melaksanakan pengobatan itu,” kata Mahfud.

Mahfud juga menegaskan, dana insentif sudah ada.

Mengenai besaran perbulannya, dokter spesialis Rp 15 juta per dan dokter umum Rp 10 juta per.

“Untuk tenaga medis lain yang bukan dokter yang bekerja untuk penanganan Covid itu 7,5 juta per bulan,” kata Mahfud.

Mahfud mengatakan, selain insentif yang sifatnya rutin tersebut pemerintah juga memberikan santunan kepada keluarga tenaga medis dan dokter yang gugur dalam menjalankan tugas menangani covid-19 sebesar Rp 300 juta.

Pemberian santunan tersebut, kata Mahfud, tidak membedakan apakah yang gugur tersebut dokter spesialis, dokter umum, atau tenaga medis.

“Santunan itu diberikan kepada setiap dokter atau tenaga medis tanpa dibedakan apakah itu dokter spesialis, apakah itu dokter umum, apakah itu tenaga medis biasa. Kalau meninggal pemerintah menyediakan santunan Rp 300 juta dan itu langsung diberikan ke keluarganya dalam waktu cepat dalam bentuk uang,” kata Mahfud.

(edisi cetak)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved