Berita Balangan

Setiap Senin, Pedagang Sepeda Motor Bekas Buka Lapak di Terminal Paringin

Setelah 17 tahun menanti, akhirnya para pedagang sepeda motor di Kabupaten Balangan memiliki organisasi tersendiri.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Edi Nugroho
banjarmasinpost.co.id/ isti rohayanti
Belasan unit sepeda motor bekas mengisi lapak penjualan sepeda motor di Terminal Paringin, Balangan 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Setelah 17 tahun menanti, akhirnya para pedagang sepeda motor di Kabupaten Balangan memiliki organisasi tersendiri. Keberadaan organisasi ini, yakni Persatuan Pedagang Sepeda Motor Balangan (PPSB) menjadi wadah bagi pedagang sepeda motor bekas di Paringin. Tentunya agar kegiatan jual beli sepeda motor bekas semakin teratur.

Bupati Balangan, Ansharuddin meresmikan secara langsung PPSB di Terminal Paringin, Balangan, Senin (10/8/2020). Terminal tersebut juga sekaligus menjadi pangkalan para pedagang untuk menjual sepeda motor bekas. Dimana setiap hari Senin akan selalu dibuka.

Tersangka 300 Kg Sabu Masih Diperiksa, Barang Bukti Dijaga Ketat Petugas

"Keberadaan PSBB ini merupakan angan yang sudah lama diinginkan. 17 tahun sudah Balangan jadi kabupaten pemekaran, semasa itu pula keinginan dibentuknya PSBB," ucap Ansharuddin.

Sebutnya, saat ini Pemkab Balangan akan mengkoordinir keberadaan PPSB di Terminal Paringin, bahkan rencananya akan menyatukan pula dengan pedagang sepeda yang berjualan di Taman Sanggam. Sehingga dijadikan satu wadah, yakni di kawasan terminal.

Sedikitnya, ada ratusan pedagang sepeda motor bekas yang tergabung dalam PPSB. Hal itu disampaikan oleh Ketua PPSB, H Fahmi. Ia menerangkan, keberadaan PPSB merupakan bentuk peningkatan ekonomi kreatif yang dijalankan masyarakat secara mandiri. Dimana para pedagang akan terkumpul pada satu tempat dan menjalankan usaha jual sepeda motor bekas.

"Hampir setiap kecamatan ada pedagang sepeda motor bekas. Lantas keberadaan PPSB ini menjadi tempat mereka untuk berjualan," ucap Fahmi.

Ia menyatakan tak ada syarat khusus untuk bergabung menjual sepeda motor bekas di pangkalan resmi itu. hanya saja diwajibkan kendaraan yang dokumen kendaraannya lengkap. Di antaranya memiliki BPKB dan STNK.

"Kami tidak akan menjual kendaraan bodong," tegas Fahmi.

PLN Siap Jalankan Stimulus Covid-19 untuk Pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri

Pasar sepeda motor bekas akan menggunakan sistem fleksibel. Dalam artian apabila Pemkab Balangan membutuhkan terminal Paringin untuk mengadakan kegiatan pada hari yang sama, yakni Senin, maka pihaknya pun siap berpindah.

Terminal Paringin juga dianggap cukup strategis untuk mengembangkan penjualan sepeda motor bekas. Terlebih, tempatnya yang luas dapat menampung puluhan unit sepeda motor. Tentunya keberadaan lapan sepeda motor yang buka setiap hari Senin itu diharapkan Fahmi dapat meningkatkan ekonomi di Kabupaten Balangan. (banjarmasinpost.co.id/ isti rohayanti)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved