Breaking News:

BTalk

B-Talk: Minat Masyarakat Kalsel Beli Rumah Syariah Tinggi, Royzani Sjachril : Debitur Harus Amanah

Minat Masyarakat Kalsel Beli Rumah Secara Syariah Tinggi, Royzani Sjachril Sebut Debitur Harus Amanah

Penulis: Mariana | Editor: Royan Naimi

Editor: Royan Naimi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Minat masyarakat di Indonesia khususnya Kalimantan Selatan (Kalsel), semakin melek pentingnya bermuamalah syariah di semua sektor termasuk pembelian rumah secara syariah.

Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara syariah kian memudahkan masyarakat memiliki rumah dengan dana terbatas, namun tetap mengedepankan aturan syariat Islam dalam proses jual belinya.

Dijelaskan Wasekjen Bidang Properti Syariah Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Pusat, Royzani Sjachril, perkembangan ekonomi syariah yang maju pesat seiring program Bank Indonesia yang juga mensosialisasikan ekonomi syariah di tanah air, peminat KPR syariah pun naik signifikan.

"Di Kalsel peminat cukup tinggi. Sejak dipasarkan hampir tiga tahun lalu Alhamdulillah nasabah atau debitur merasa nyaman dengan skema syariah yang dijalankan," jelas Roy sapaan karibnya.

BTalk Bersama Bupati Tapin, Berharap RSUD Datu Sanggul Jadi Rujukan Rumah Sakit Banua Lima

Direktur Mahatama Group ini menekankan, terdapat perbedaan yang jelas antara KPR syariah dan konvensional. Dalam skema syariah semua pihak yang terlibat yakni developer, bank, dan debitur wajib mengetahui tentang syariat Islam.

Dari pihak developer harus memiliki legalitas yang jelas dari pemerintah setempat, dari segi bangunan pun sudah tersedia. Dari pihak debitur harus amanah dan memahami proses pembayaran yang harus diselesaikan.

Serta dari pihak perbankan harus sesuai akad syariah dalam prosesnya dan tidak memberlakukan denda keterlambatan, hal ini karena ada jaminan tertulis bagi perbankan boleh take over ke debitur lain apabila debitur terdahulu bermasalah.

KPR syariah dalam skemanya memberikan kejelasan tata cara jual beli rumah. Tidak ada dua akad dalam satu akad.

Pihak developer menjual terlebih dulu kepada perbankan syariah sesuai pilihan debitur, dengan seharga yang ditentukan misalnya KPR subsidi tipe 36 saat ini seharga Rp 164 juta, maka sejumlah itu dijual ke perbankan syariah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved