Breaking News:

Berita Martapura

Santunan Kematian Karena Covid -19 Belum Cair, Ini Harapan Ahli Waris

Sudah berbulan-bulan klaim santunan kematian akibat Covid 19 belum juga cair karena perbaikan-perbaikan berkas

Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
Ilutrasi tribunnews.com
pemakaman jenazah akibat covid-19. 

Editor: Edi Nugroho

Banjarmasinpost.co.id, Martapura - Sudah berbulan-bulan klaim santunan kematian akibat Covid 19 belum juga cair karena perbaikan-perbaikan berkas. Salah satu ahli waris yang mengusulkan santunan untuk keluarganya yang meninggal dan dinyatakan Covid -19 adalah Rodi.

Warga Martapura Kota ini mengaku mengusulkan kakak iparnya yang meninggal dan dinyatakan positif Covid 19 untuk mendapatkan santunan dari Kementerian Sosial RI.

Gelar Swab Massal, Pemkab Tanbu Targetkan 1.064 Spesimen

"Keluarga inti memang masih tidak percaya kalau kakak saya itu meninggal karena Covid- 19 tapi mau gimana dari rumah sakit menyatakan positif," ujarnya saat dihubungi Banjarmasinpost.co.id, Selasa (11/8/2020).

Ia sendiri mengaku mengurus santunan demi membantu keluarga korban Covid- 19.
"Saya mungkin tidak bisa membatu uang, tapi saya siap membantu tenaga dan pikiran untuk keluarga saya, ya salah satunya dengan cara itu," ungkapnya.

Ia berharap santunan nantinya bisa meringankan beban keluarga kakaknya yang ditinggal kepala rumah tangga.

Memang ujar Rodi ia awalnya tak ingin mengurus santunan, namun ia mendapat informasi terpercaya akan adanya santunan tersebut. Ia pun mencoba mengusulkan. Klaim santunan Rodi pun termasuk yang pertama di Kabupaten Banjar.

Komunitas Gowes Haluy Bike Seli Terinspirasi Sepeda Kecil, Punya Slogan Satu Sepeda Seribu Teman

"Karena yang pertama jadinya saya memaklumi masih banyak yang salah-salah berkasnya, mulai dari surat keterangan kematian yang harusnya dari rumah sakit bukan dari kelurahan, sampai kesalahan surat pernyataan positif Covid- 19 yang ternyata harus meninggal karena Covid- 19," jelasnya.

Meski begitu ungkap Rodi alasan pemerintah menetapkan persyaratan tersebut cukup logis. Namu ia mengaju juga tak menyangka akan agak ribet.

"Mungkin juga karena saya baru, dan semoga yang mengusulkan nanti belajar dari pengalaman saya, agar jangan sampai ada yang keliru," imbuhnya.

Ia mengaku hingga tiga kali kembali akibat kesalahan berkas. Namun berkas perbaikan yang dianggap sudah sempurna sudah dikembalikan ke Dinsos Kabupaten Banjar.

Komunitas Gowes Haluy Bike Seli Terinspirasi Sepeda Kecil, Punya Slogan Satu Sepeda Seribu Teman

"Sudah saya kasihkan berkas terbaru, dari Dinsos Kabupaten Banjar katanya sudah benar saja," tambahnya.

Rodi berharap klaim santunan kematian yang menjadi hak keluarga yang ditinggal meninggal dunia anggota keluarganya karena Covid- 19 bisa segera cair. Dengan itu bisa segera sedikit membantu beban keluarga yang ditinggalkan.

Seperti diketahui total di kabupaten Banjar ada enam ahli waris yang mengurus klaim santunan kematian akibat Covid -19. Klaim pertama diusulkan oleh dua orang salah satunya Rodi. Hingga kini klaim belum bisa dicairkan lantaran ketidaksempurnaan berkas.

Kemensos memberikan santunan Rp 15 juta bagi ahli waris yang keluarganya meninggal karena Covid -19. Dengan cara diklaim oleh ahli waris ke Dinsos masing-masing kabupaten kota dan diserahkan ke Dinsos Provinsi untuk diteruskan ke Kemensos.
(Banjarmasinpost.co.id/milna sari).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved