Breaking News:

Bumi Antaludin

Tanam Padi Perdana di Lahan Rawa, Petani Desa Samuda Kabupaten HSS Diedukasi tentang Iklim

SLI dilaksanakan di lahan rawa oleh Kelompok Tani Harakat Desa Samuda Kabupaten HSSjadi pioner atau contoh bagi kelompok tani lainnya di Kalsel.

DISKOMINFO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
Wakil Bupati HSS, H Syamsuri Arsyad, bersama forkopimda, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala Stasiun BMKG Banjarbaru menuju lokasi tanam perdana di lahan rawa Desa Sambuda, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Selasa (11/8/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Syamsuri Arsyad, membuka Sekolah Lapang Iklim (SLI) Operasional Kalsel 2020 di Desa Samuda Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Selasa (11/8/2020). 

Sebelumnya, Wabup bersama Dandim 1003/Kandangan Letkol Arm Dedy Soehartono, Wakapolres HSS Kompol Reinaldo, Kepala Stasiun Klimatologi Banjarbaru Goeroeh Tjiptanto, serta Kepala Dinas Pertanian HSS HM Noor melakukan tanam  perdana padi di lahan rawa.

Tanam Perdana dan SLI Operasional tersebut, kerja sama Dinas Pertanian Kabupaten HSS dengan Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banjarbaru.

Pada kesempatan itu, Kepala Stasiun BMKG menyerahkan modem dan alat bantu SLI secara simbolis kepada peserta SLI Operasional. Dilanjutkan penyerahan cenderamata kepada Wakil Bupati HSS.

Tanam Perdana SLI Operasional, seiring mulai surutnya air di perairan rawa. Hadir pula secara virtual, anggota Komisi V DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dan Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal, serta diikuti oleh seluruh Stasiun Klimatologi se Indonesia melalui video conference.

Kepala Stasiun BMKG menyerahkan cenderamata kepada Wakil Bupati HSS, H Syamsuri Arsyad, setelah menyerahkan modem dan alat bantu SLI, Selasa (11/8/2020).
Kepala Stasiun BMKG menyerahkan cendera mata kepada Wakil Bupati HSS, H Syamsuri Arsyad, setelah menyerahkan modem dan alat bantu SLI, Selasa (11/8/2020). (DISKOMINFO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN)

Goeroeh Tjiptanto mengatakan, dipilihnya Desa Samuda sebagai lokasi kegiatan, karena di seluruh Indonesia biasanya tanam perdana dimulai ketika memasuki musim hujan.

Namun, di desa itu masa tanam justru di musim kemarau. Disebutkan, tahun ini merupakan kemarau yang masih banyak air. Atau, sering disebut kemarau basah sehingga tantangan dalam bercocok tanam akan lebih banyak.

“Kami ingin mendampingi teman-teman petani, bersama penyuluh dan para pengamat hama untuk mengantisipasi hama-hama penyakit yang mungkin menyerang tanamanan petani,” ujarnya.

Goeroeh mengatakan SLI dilaksanakan Kelompok Tani Harakat Desa Samuda ini menjadi pioner atau contoh bagi kelompok tani lainnya di Provinsi Kalsel dalam komoditas tanaman padi. Utamanya untuk lahan lebak atau rawa.

Sementara, Wabup H Syamsuri Arsyad, mewakili Bupati HSS, H Achmad Fikry, mengatakan, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya meningkatkan produksi padi serta memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekaligus, dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.

“Meningkatkan produksi pertanian sangat memungkinkan. Didukung sumber air yang berlimpah, serta pengairan dan lahan sawah yang tersedia,” kata Wabup. 

Terkait SLI Operasional, Wabup berharap wawasan petani terhadap informasi tentang iklim dan cuaca, dapat digunakan untuk kegiatan pertanian.

Sebab, salah satu faktor keberhasilan pertanian dipengaruhi kondisi iklim. (AOL/*) 

Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved