Berita Kotabaru

Atasi Kabel Semrawut, Manager PLN UP3 Kotabaru Turunkan Petugas

Manager PLN UP3 Kotabaru menurunkan petugas untuk mengecek kabel berdaya tinggi berseliweran di permukiman penduduk

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/HELRIANSYAH
Wira Bhakti Dharma, Manager PLN UP3 Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ). 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kotabaru Wira Bhakti Dharma akan menurunkan tim ke lapangan, melakukan kroscek terkait kabel berdaya listrik semrawut berseleweran di permukiman warga.

Seperti diketahui, semrawutnya kabel listrik terbentang dari rumah ke rumah warga di RT 02, Desa Betung, Kecamatan Pulaulaut Timur, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

"Tidak boleh, gak aman itu," terang Wira melalui telepon genggamnya kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (13/8/2020) kemarin.

Meski demikian, tidak diperbolehkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) PLN. Terlebih kabel yang dipasang warga tidak standar, karena mengancam keselamatan.

9 Pencuri Kabel PJU di Tanbu Ditangkap, Polisi Masih Kejar Pelaku Lainnya

Kabel Listrik Dibiarkan Semrawut, Kades Betung Kotabaru Khawatir Warga Tersengat

Polisi Tangkap Pencuri Kabel, Kadis PUPR Kabupaten Tanbu Ucapkan Terima Kasih

"Kami akan tindak lanjuti, terutama dari safety (keamanannya) dulu," ujarnya.

Disinggung adanya sikap warga yang mau mengikhlaskan pohon mereka ditebang, untuk mendukung jika adanya pemasangan tiang listrik tambahan. Wira mengapresiasinya.

"Bagus itu. Terima kasih informasinya," pungkas Wira.

Sebelumnya Kepala Desa Betung Agus Romansyah khawatir ada warga tersengat arus listrik, karena kesemrawutan kabel yang ada arus listrik yang disambung dari salah satu rumah yang terpasang listrik.

Kabel Listrik PJU Jalan Lingkar 30 Tanahbumbu Jadi Sasaran Aksi Pencurian, Begini Dampaknya

Kabel membentang dan berseleweran hanya dibantu tiang seadanya, mengancam keselamatan lantaran belum bisa terpasang listrik PLN. Untuk mendapatkan penerangan dan kebutuhan lainnya, terpaksa menyambung ke rumah warga sudah terpasang listrik.

Agus Romansyah menambahkan, sejak 2018 sudah menyampaikan secara lisan ke pihak PLN. "Sudah juga dibuat permohonan tertulis terkendala dengan pengadaan tiang listrik yang belum bisa dilaksanakan," katanya. (banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved