Breaking News:

Berita Banjarmasin

VIDEO Penjelasan Dirlantas Polda Kalsel tentang Pemohon SIM Harus Tes Psikologi

Dirlantas Polda Kalsel Kombes Andi Azis Nizar sebut aturan tes psikologi bagi pemohon SIM mulai diterapkan 1 Agustus 2020.

BANJARMASINPOST.CO.ID/IRFANI RAHMAN
Kombes Andi Azis Nizar, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masyarakat di Kalimantan Selatan ( Kalsel  yang ingin membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) baru, serta melakukan perpanjangan semua golongan SIM, sejak 1 Agustus lalu harus mengikuti tes psikologi.

Tes psikologi ini tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Aturan ini sebenarnya sudah cukup lama dibuat dan di Kalimantan Selatan serta beberapa provinsi baru diberlakukan pada 1 Agustus lalu.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kalsel, Kombes Andi Azis Nizar, yang dikonfirmasi di sela pelepasan baksos secara simbolis oleh Kapolda Irjen Pol Nico Afinta serta Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Jumat (14/8/2020),  membenarkan hal tersebut.

Menurut perwira berpangkat melati tiga di pundak ini, tes psikologibagi pemohon SIM baru dan perpanjangan bukanlah persyarakatan baru.

VIDEO Sambut HUT ke-75 Kemerdekaan RI, Polda Kalsel Salurkan Satu Juta Masker dan 2000 Paket Sembako

Polda Kalsel dan Gapki Sepakat Bekerjasama Cegah Karhutla

VIDEO Ditnarkoba Polda Kalsel Dalami Peran Para Tersangka Kasus 300 Kg Sabu

Kapolda Kalsel Minta Data Perlengkapan Karhutla yang Kurang

Pilkada Kalsel 2020 : KPU Sebut Bukti Dukungan Perbaikan 6 Paslon Perseorangan Masih Diverifikasi

VIDEO Jumlah Peserta Didik Merosot, Kepsek Swasta Mengadu ke DPRD Kalsel

"Sebenarnya bukan persyaratan baru, hanya saja memang kita di Kalsel baru diberlakukan. Sesuai Undang-Undang, bahwa pemohon SIM diwajibkan untulk lolos tes psikologi," papar Andi.

Hanya, pelaksanaaan di Polda Kalsel mulai 1 Agustus 2020 tadi. Meski begitu, pihaknya telah melakukan sosialisasi satu bulan lalu, yakni sejak mulai 1 Juli 2020 dan telah berlakukan mulai 1 Agustus 2020.

Menurutnya, bagi pemohon SIM baru dan perpanjangan, tak usah khawatir dengan tes psikologi ini karena bisa belajar melalui medsos, baik di instagram atau FB Ditlantas dan juga youtube. Pemohon bisa belajar dulu,  sebelum mengikuti tes.

Diketahui, tes psikologi untuk mendapatkan SIM juga merupakan amanah dari Pasal 81 ayat (4) UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ dan sebagaimana dituangkan dalam pasal 36 Peraturan Kapolri No 9 Tahun 2012 tentang SIM.

Aturan tersebut menyebutkan bahwa salah satu persyarakat penerbitan SIM adalah kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani (meliputi kemampuan konsentarasi, kecermatan, pengendalian diri, penyesuaikan diri, stabilitas emosi dan ketahanan diri).

(Banjarmasinpost.co.id/Irfani Rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved