Breaking News:

Travel

Riam Sumaragi Desa Hamak Timur Kabupaten HSS, Anak-anak pun Mandi Pakai Pelampung dari Kain Sarung

Mengunjungi wisata alam Riam Sumaragi Desa Hamak Timur Kabupaten HSS, ada pemandangan unik anak-anak bermain air riam pakai pelampung dari kain sarung

Penulis: Hanani | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Hanani
Anak-anak warga sekitar bermain pelampung dari sarung di Riam Sumaragi Desa Hamak Timur, Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN -  Mengunjungi objek wisata alam Riam Sumaragi di Desa Hamak Timur, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan tak sekadar menikmati kesejukan udara dan air dengan riamnnya yang jernih. Tapi juga mampu menghilangkan kesedihan.

Apalagi, melihat tingkah polah anak-anak setempat  bermain air di atas riam yang berwarna putih laksana kapas tersebut.

Ya, pemandangan itu akan kita jumpai  jika berkunjung sekitar pukul 09.00 hingga pukul 10.00 wita. Sejumlah anak-anak warga setempat mandi dengan riang, sambil mainan pelampung.

Anak-anak warga sekitar bermain pelampung dari sarung di Riam Sumaragi Desa Hamak Timur, Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Anak-anak warga sekitar bermain pelampung dari sarung di Riam Sumaragi Desa Hamak Timur, Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan (banjarmasinpost.co.id/Fathurahman)

Uniknya, pelampung itu mereka buat sendiri, dari sarung yang dibawa masing-masing dari rumah.

Caranya, mereka mengikatkan bagian ujung sarung, lalu dipegang di atas kepala sambil memasukkan bagian ujung sarung yang tak diikat.

Selanjutnya, bak penerjun payung, sarung dengan motif warna-warni itu mengembang sendiri saat terjun dari atas pohon,  maupun dari batu ditingkatan riam.

Pelampung dari sarung itupun menjadi tontonan menarik bagi wisatawan, yang gemas dengan kreatifitas anak desa tersebut. “Liat mereka main pelampung gini jadi terhibur. Ingat masa kecil tak sekreatif mereka,” kata seorang wisatawan dari Kandangan, Dea.

Syakif, salah satu anak usai bermain air kepada banjarmasinpost.co.id mengaku dia dan teman-temannya tiap hari main pelampung dari sarung di riam tersebut selama pandemic covid-19 yang membuat mereka tak belajar secara tatap muka.

“Waktu ke sekolah dulu, mainnya sore atau siang,”kata Syakif.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved