Berita Banjarbaru

Hampir Tiap Hari Terjadi Karhutla, BPBD Kalsel Kerahkan Helikopter Bom Air

BPBD Kalsel kerahkan helikopter bom air ke lokasi karhutla di beberapa daerah dikarenakan tidak tim Satgas Darat tidak bisa menjangkau lokasinya.

Tayang:
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
SATGAS UDARA BPBD KALSEL UNTUK BPOST GROUP
Asap putih membumbung tinggi di satu wilayah di Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Rabu (19/8/2020), terpantau masih ada.

Helikopter patroli yang mengelilingi wilayah Kalsel, menemukan beberapa titik asap di kawasan Daha Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kemudian di Kurau Kabupaten Tanahlaut (Tala) dan Candi Laras Kabupaten Tapin.

Tim dari Satgas Udara melaporkan hal ini ke Satgas Darat, langsung direspons.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Sahruddin, mengatakan, dikerahkan helikopter bom air di Candi Laras Kabupaten Tapin. Sebabnya, Satgas Darat tidak bisa menjangkau.

VIDEO Capt Heli Margono Sebut Sementara Karhutla di Kalsel belum parah

Satsabhara Polres HSU Ajak Pemuda untuk Ikut Cegah Karhutla

Polda Kalsel dan Gapki Sepakat Bekerjasama Cegah Karhutla

Cegah Karhutla, Danrem 101/Antasari Siagakan Ratusan Personel di Kalsel

Dari pengamatan sementara, lanjut pejabat BPBD Kalsel ini, paling sering ada asap karena karhutla sementara ini di Kurau Kabupaten Tanahlaut, Daha Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Candilaras Kabupaten Tapin, juga beberapa areal di Kabupaten Banjar.

"Kalau yang Hulu Sungai ini, bahkan dari helikopter water boombing hampir tiap hari dan masih belum padam," tandas Sahruddin dari BPBD Kalsel tersebut. 

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan, sudah sering kali mengimbau kepada petani untuk tidak bakar jerami. "Kalau pun masih ada, itu adalah oknum dan ditindak tegas saja," tandasnya, Rabu (19/8/2020).

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved