Breaking News:

Berita Banjarmasin

Sebanyak 40 Pemandu Wisata Kalsel Ikuti Uji Kompetensi di Banjarmasin

Asita Kalsel melaksanakan uji kompetensi pemandu wisata di Banjarmasin untuk meningkat sumber daya manusia di biro perjalanan di Provinsi Kalsel.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SYAIFUL ANWAR
Peserta saat mengikuti Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) Sektor Pariwisata Bidang Hotel dan Restoran serta Kepemanduan Wisata dan Biro Perjalanan di Summer Hotel Banjarmasin, 18-19 Agustus 2020. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perasaan senang dan gembira terpancar di wajah Listyowati, owner Travel RR di Jalan Pangeran Hidayatullah, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ).

Penyebabnya, karena dia bisa mengikuti Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) Sektor Pariwisata Bidang Hotel dan Restoran serta Kepemanduan Wisata dan Biro Perjalanan di Summer Hotel Banjarmasin, 18-19 Agustus 2020.

"Sebetulnya saya tak mendaftar. Berhubung ada yang mundur, saya memilih ikut menambah pengetahuan dan ingin punya sertifikat uji komptensi," papar Listyowati kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu (19/8/2020).

Menurutnya, antara teori dan pengalaman berbisnis di dunia travel selama 7 tahun, ternyata tak jauh berbeda.

Terjaring Tak Pakai Masker, Polisi di Polda Kalsel Ini Dihukum Push Up

Pemprov Kalsel Gelar 10.000 Swab Masif, Temukan 215 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19

"Alhamdulillah, pas ujian uji kompetensi tour leader, tak mengalami kesulitan menjawabnya," papar Listyowati.

Terpisah, Pungky Nanda Raras, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Rafflesia, mengungkapkan,  kegiatan ini difasilitasi Kementerian Pariwisata RI dan Badan Nasional Sertifikasi Provinsi.

"Jumlah peserta yang difasilitasi Kementerian Pariwisata sebanyak 50 orang dan Badan Sertifikasi Nasional ada 40 orang, tapi terdiri dua bidang, yakni pemandu dan Hotel Restoran," paparnya.

Ditambahkan Pungky, syarat mengikutinya, masing-masing bidang dan sesuai skemanya. Ada pun metode pengajaran digunakan berupa observasi, fortofolio, wawancara dan tertulis.

Pria Tewas Berdarah di Pasar Kasbah Martapura Kalsel, Terdapat Luka di Bagian ini

Pria Tewas Berdarah di Pasar Kasbah Martapura Kalsel Diduga Korban Penganiayaan

Dia menambahkan, sertifikasi itu penting bagi pengusaha restoran maupun perjalanan wisata. Dasarnya, ada di Undang Undang Pariwisata, yakni Nomor 10 Tahun 2009, tentang  suatu profesi harus membuktikan diri mendapatkan sertifikat kompetensi.

Pungky mengatakan, yang mengikuti uji kompetensi kemungkinan tak lulus itu ada, bila tidak mampu menjawab saat ujian.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Provinsi Kalsel, Siti Aisyah, mengatakan, uji kompetensi ini untuk meningkat sumber daya manusia di Biro Perjalanan Perusahaan di Provinsi Kalsel.

"Jumlah perusahaan Biro Perjalanan yang mengikuti sebanyak 40 orang. Kami bersyukur dengan mengikuti kegiatan akan menambah wawasan dan pengetahuan terutama mengatasi permasalahan di lapangan," paparnya.

Pelopor Kampung Tangguh, Babinsa Koramil 12/Liang Anggang Menerima Penghargaan Kapolda Kalsel

VIDEO Tugu Bebek Dekat Kantor Gubernur Kalsel, Sisa Perayaan HPN 2018

Misalnya, saat membawa rombongan ada tertinggal pesawat, diajarkan bagaimana cara mengantisipasi dan menjelaskan sama mereka dan lain-lainya. "Intinya, banyak pengetahuan yang didapat dengan mengikuti kegiatan ini," pungkas Aisyah.

(Banjarmasin post.co.id/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved