Breaking News:

Berita Kesehatan

Detak Jantung Terlalu Lambat, Perlukah Khawatir? Ini Penjelasan Dr Brian Mikolasko

Saat beristirahat, detak jantung akan lebih lambat dibandingkan ketika kita melakukan aktivitas. Lalu, bagaimana jika detak jantung terlalu lambat

SHUTTERSTOCK
ilustrasi detak jantung 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Salah satu cara tercepat dan termudah untuk mengukur kesehatan jantung kita adalah memeriksa detak jantung saat istirahat atau resting heart rate (RHR).

Detak jantung kerap digunakan sebagai tolak ukur untuk beberapa kondisi, seperti tekanan darah, stres, dan kurang tidur.

Saat beristirahat, detak jantung kita akan lebih lambat dibandingkan ketika kita melakukan aktivitas, dan ini bervariasi antara satu orang dengan orang lain.

Lalu, bagaimana jika detak jantung saat istirahat terlalu lambat? Perlukah kita khawatir akan hal itu?

Hindari Hipertensi dan Penyakit Jantung, Batasi Asupan GGL dan Konsumsi Produk ini

Bocah 6 Tahun di Desa Biih Menderita Kelainan Jantung, Ketua Persit Kodim Martapura Berikan Ini

"Secara umum, detak jantung saat istirahat seseorang dikatakan normal jika berada antara 60-100 beat per minute (BPM)," kata Dr. Brian Mikolasko, direktur medis di Warren Alpert Schools of Medicine di Brown University.

"Ada banyak faktor berbeda yang memengaruhi detak jantung saat istirahat bagi setiap individu, dari tingkat kebugaran hingga usia dan lingkungan."

Detak jantung saat istirahat yang normal bervariasi pada anak kecil. Hingga berusia satu bulan, detak jantung anak berkisar dari 70-190 BPM.

Batas atas rentang detak jantung anak menurun perlahan di usia 9 tahun, antara 70-110 BPM. Memasuki usia 10 tahun ke atas, detak jantung saat istirahat berada di kisaran 60-100 BPM.

Detak jantung saat istirahat di angka 38 atau 42 BPM identik pada pelari ketahanan atau atlet triatlon, namun angka itu tergolong lambat bagi seseorang yang melakukan olahraga biasa.

Sebelum beraktivitas di pagi hari, ada baiknya kita mengukur detak jantung saat istirahat, karena angkanya akan berubah selama kita berolahraga.

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved