Berita Banjar

Tiga Ribu UMKM Diusulkan Dapat Bansos di Kabupaten Banjar

Bantuan sosial (Bansos) produktif yang akan digelontorkan pemerintah untuk usah mikro, kecil dan menengah (UMKM) mulai berjalan di Indonesia.

Penulis: Milna Sari | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Pedagang di Pasar Martapura Kabupaten Banjar, sibuk beraktivitas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bantuan sosial (Bansos) produktif yang akan digelontorkan pemerintah untuk usah mikro, kecil dan menengah (UMKM) mulai berjalan di Indonesia. Namun untuk wilayah Kabupaten Banjar belum giliran dicairkan.

Terang Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Banjar, Eni Hairany kini pihaknya masih dalam tahap pengusulan ke pemerintah pusat.

Total UMKM di Kabupaten Banjar yang sudah diusulkan ujar Eni ada 3665 UMKM. Jumlah itu terangnya adalah jumlah UMKM yang terdata di Kabupaten Banjar.

"Itu data jumlah UMKM dari 2015 sampai sekarang, semuanya itu kita usulkan," sebutnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (21/8/2020).

Meski begitu tambahnya bisa saja akan diusulkan lagi UMKM lain yang hingga kini masih ada yang belum memenuhi persyaratan. 

Pasar Arba Martapura Didatangi TNI

Warga Sekumpul Banjar Kalsel Heboh Peti Janazah Dibuang Sembarangan, ini Kata Polsek Martapura Kota

"Banyak yang bermasalah karena belum memakai KTP elektronik, jadi masih banyak belum memenuhi syarat untuk perbaikan sesuai persyaratan yang diminta," jelasnya.

Eni berharap nantinya UMKM di Kabupaten Banjar yang belum memenuhi syarat bisa melengkapi persyaratan dengan itu juga akan mendapat bansos produktif UMKM.

Meski yang sudah diusulkan sekitar tiga ribu UMKM namun ungkap Eni bisa saja tak semuanya akan mendapatkan bansos. Pasalnya usai diusulkan akan ada proses verifikasi untuk menentukan layak tidaknya mendapatkan bansos.

"Informasi yang kita dapat koutanya ada 12 juga pelaku usaha mikro se Indonesia yang dapat, kalau sudah diterima pusat dan lolos verifikasi otomatis akan ditutup" ujarnya.

Sebelumnya jelas Eni hampir semua UMKM di Kabupaten Banjar rata-rata dalam keadaan menurun berdasarkan laporan dari UMKM ke dinas. Rata-rata UMKM mengalami penurunan keuntungan hingga lebih dari 80 persen selama terjadi pandemi Covid 19, sementara ada juga beberapa UMKM justru mengalami kenaikan omset.

Atas banyaknya UMKM yang terdampak Pandemi maka pemerintah mengadakan program Bansos produktif UMKM bentuk dana hibah modal kerja sebesar Rp 2,4 juta per pelaku UMKM. Penerima bansos produktif UMKM akan menerima Rp 600.000 per bulan selama empat bulan. (Banjarmasinpost.co.id/milna sari)

 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved