Breaking News:

Opini Publik

Harapan di Balik Uji Klinis Vaksin Covid-19

Negara Rusia merupakan negara yang pertama kali mengumumkan penemuan vaksin covid-19 yang diberi nama “Sputnik V”.

Oleh :Apt. Noor Cahaya, M.Sc, Dosen Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEJAK pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, seluruh negara di dunia berupaya secepat mungkin untuk menemukan obat yang efektif untuk pengobatan covid-19. Tidak hanya obat, seluruh negara juga berlomba menemukan vaksin pencegahan covid-19.

Negara Rusia merupakan negara yang pertama kali mengumumkan penemuan vaksin covid-19 yang diberi nama “Sputnik V”.

Beberapa negara, termasuk Indonesia ikut berperan serta dalam uji klinis vaksin secara multisenter. Beberapa hari yang lalu pemerintah mengumumkan uji klinis Fase III vaksin virus covid-19 di Indonesia akan dimulai. Uji klinis vaksin “Sinovac” buatan Cina akan dilakukan terhadap ribuan sukarelawan dan vaksin ini direncanakan akan diproduksi secara massal pada awal 2021. Uji klinis tersebut melibatkan beberapa pihak di antaranya adalah Universitas Padjadjaran dan PT Bio Farma sebagai perusahaan farmasi yang akan melakukan produksi vaksin.

Berita ini tentunya menjadi sesuatu yang menggembirakan, kita semua memiliki harapan yang sama akan keberhasilan uji klinis vaksin yang sekarang dilakukan.

Beberapa masyarakat mungkin masih bertanya terkait uji klinis, apa yang dimaksud dengan uji klinis, apa tujuan dilakukan uji klinis, seperti apa pelaksananaanya dan lain-lain yang mungkin masih banyak yang ditanyakan terkait uji klinis itu sendiri.

Uji klinis itu bisa diartikan sebagi setiap tindakan eksperimen pada manusia yang dilakukan untuk mempelajari efikasi dan keamanan produk. Produk yang dimaksud bisa obat, vaksin atau alat kesehatan. Uji klinis merupakan bagian dari tahapan ataupun proses dari pengembangan suatu obat baru atau vaksin. Sebelum masuk pada tahapan uji klinis, maka suatu obat atau vaksin yang akan dikembangkan harus terlebih dahulu melalui uji preklinis.

Uji preklinis menjadi persyaratan uji untuk suatu calon obat dan bertujuan untuk memperoleh informasi tentang efek farmakologi, profil farmakokinetik dan toksisitas calon suatu obat.

Uji preklinis dapat dilakukan mulai dari tahapan pengujian secara laboratorium misalkan pengujian ikatan obat terhadap reseptornya dengan menggunakan metode kultur sel terisolasi, bahkan apabila diperlukan dapat diujikan terhadap hewan uji. Hasil dari uji preklinis akan digunakan sebagai pertimbangan apakah obat yang diujikan tersebut dapat diteruskan pada uji selanjutnya yaitu uji klinis.

Pengertian Uji Klinis
Uji klinis juga terdiri atas beberapa tahap atau fase, yaitu fase I-IV. Sebelum dilakukan uji klinis, maka peneliti harus terlebih dahulu membuat suatu rancangan untuk uji klinis yang disebut sebagai protokol uji klinis.

Di dalam suatu protokol uji klinis termuat berbagai informasi secara detail mengenai hal-hal yang berkaitan denagn pelaksanaan uji klinis yang akan dilakukan, diantaranya adalah kriteria seleksi terhadap sukarelawan yang akan diikutkan dalam penelitian uji klinis tersebut, berapa jumlah sukarelawan yang dibutuhkan dan ini disesuaikan dengan kebutuhan uji klinis tersebut yaitu berada pada fase berapa, berapa lama uji klinis akan dilakukan, apakah akan ada kelompok kontrol dalam penelitian, bagaimana cara pemberian obat kepada sukarelawan, berapa dosis yang diberikan, apa saja yang dinilai dan diukur dari sukarelawan, bagaimana cara mengumpulkan data dan bagaimana cara menganalisa data yang didapat.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved