Breaking News:

Tajuk

Setop Naturalisasi

PERSIAPAN Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang berlangsung 20 Mei -11 Juni 2021 nanti diterpa isu kurang sedap.

BANJARMASINPOST.CO.ID - PERSIAPAN Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 yang berlangsung 20 Mei -11 Juni 2021 nanti diterpa isu kurang sedap.

Pemicunya, ada lima pemain muda dengan rata-rata usia 19 tahun asal Brasil, yang ikut seleksi di klub peserta Liga 1 2020.

Masing-masing dua di Persija Jakarta dan Arema FC, satu lagi di Madura United.

Alasan kedua klub itu, menambah amunisi karena adanya aturan memasukkan pemain di bawah usia 20 tahun dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) lanjutan Liga 1 2020.

Perekrutan pemain tersebut kemudian berkembang menjadi isu panas: program naturalisasi PSSI demi ambisi bersaing di Piala Dunia U-20 2021.

Meski sudah dibantah ada keterlibatan PSSI oleh Direktur Tehnik Timnas Indonesia Indra Sjafri, kabar naturalisasi pemain muda sudah kadung ‘menyakiti’ pencinta sepakbola tanah air.

Bisa jadi sakit hati ini karena kebiasaan PSSI yang selama ini cukup mudah menerima pemain naturalisasi, khususnya di level Timnas Senior.

Akun-akun media sosial dengan followers besar yang kerap membahas sepakbola lokal langsung menyuarakan protesnya.
Selain itu, Fakhri Husaini, eks pelatih Timnas U-19 juga “menyentil” PSSI soal rencana naturalisasi pemain ini.

Naturalisasi pemain asing berkualitas dengan tujuan membantu mengajarkan pemain lokal punya ‘cita rasa’ internasional rasanya masih sedikit bisa diterima, meski bukan pilihan terbaik.

Tapi menaturalisasi para pemain dengan usia belia, seperti kata coach Fakhri, bisa memberikan kesan PSSI tak percaya kepada kemampuan para pemain muda Indonesia.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved