Breaking News:

Revolusi Hijau Dishut Kalsel

Sengon Seluas Empat Hektare di Loksado HSS Rusak Diserang Hama, Petugas KPH Hulu Sungai Cek Lapangan

Lahan Sengon seluas 4 hektare di KTH Suka Maju Desa Halunuk Kecamatan Loksado Kabupaten HSS mengalami kerusakan diserang hama tikus, monyet dan beruk.

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Syaiful Akhyar
Humas Dishut Kalsel
Sengon diserang hama, KPH Hulu Sungai Cek Lapangan 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN -  Lahan tanaman Sengon seluas kurang lebih 4 hektare di KTH Suka Maju Desa Halunuk Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kabupaten HSS mengalami kerusakan.

Sabtu yang lalu, KPH Hulu Sungai menugaskan Risna, penyuluh kehutanan setempat untuk memeriksanya.

"Kami telah menanam Sengon sekitar 23 hektare. Tapi sayang, kurang lebih 4 hektare terserang hama. Tikus, Monyet dan Beruk menghancurkan Sengon," cerita Syaifullah, Ketua KTH Suka Maju terdengar lirih.

Tikus menyerang saat sehabis panen. Mereka sembunyi di bawah tumpukan jerami, kemudian memakan tanaman yang baru ditanam.

Sengon diserang hama, KPH Hulu Sungai Cek Lapangan. Kondisi persediaan air yang kian kering memasuki kemarau.
Sengon diserang hama, KPH Hulu Sungai Cek Lapangan. Kondisi persediaan air yang kian kering memasuki kemarau. (Humas Dishut Kalsel)

Tapi sekarang tikus sudah tidak ada lagi. Giliran Monyet dan Beruk yang mengganggu. Mereka hanya mencabut tanaman tapi tidak dimakannya, ungkap Syaifullah melanjutkan ceritanya.

Kelompok tani berusaha mengusir Beruk dan Monyet dengan menembak senapan angin ke udara serta dengan barang-barang yang menimbulkan bunyi keras, namun kurang berhasil.

Sehari saja lahan tidak diperiksa, rombongan primata pengganggu ini bisa merusak lahan dengan cepat.

Selain gangguan hama, satu hektare lainnya juga mengalami kerusakan. Begitu Sengon ditanam, lebih dari dua minggu hujan tidak turun dan cuaca sangat panas menyebabkan Sengon langsung mati.

Sambil mengobati kesedihan, Syaifullah dengan senang juga menunjukkan Sengon yang berhasil hidup dengan subur. Di beberapa lahan anggota, pertumbuhan Sengon mencapai tinggi 3 meter.

"Cuaca sudah mulai panas, mungkin sudah masuk kemarau. Sebaiknya penanaman lahan yang tersisa maupun penyulaman menunggu musim hujan saja," saran Risna yang juga disetujui oleh Syaifullah

"Kami membuat penampungan air, tapi airnya sisa sedikit. Kami akan menyelesaikan penanaman dengan bibit yang tersisa di sini tapi di lahan yang dekat sumber airnya," ujar Syaifullah tetap semangat sambil menunjukkan penampungan air terbuat dari plastik berukuran 50 x 50 cm di atas bukit. (AOL /*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved