Breaking News:

Lifestyle

Demi Misi Sosial Kemanusiaan, Putri Remaja Indonesia Kalsel 2020 Ini Masuk Desa Rela Turun ke Sawah

Mutia Azhara, selain berparas cantik juga berjiwa sosial tinggi, penggerak Community Best Project di SMA GIBS (Global Islamic Boarding School) Batola.

Demi Misi Sosial Kemanusiaan, Putri Remaja Indonesia Kalsel 2020 Ini Masuk Desa Rela Turun ke Sawah
istimewa
Mutia Azhara, Puteri Remaja Indonesia Kalimantan Selatan 2020.

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mutia Azhara, selain berparas cantik ternyata juga sangat peduli dengan sosial kemanusiaan.

Dia terlibat menjadi salah satu penggerak Community Best Project di SMA GIBS (Global Islamic Boarding School) Batola.

Komunitas yang digagas Mutia dan rekan-rekan, dibimbing oleh guru selaku mentor. Kegiatannya membantu masyarakat di perdesaan yang jauh dari kota dan kondisinya masih tertinggal.

"Dalam kegiatannya, kami datang ke desa dan tinggal di sana. Melakukan berbagai hal bermanfaat untuk memotivasi kemajuan desa setempat," jelas Putri Remaja Indonesia Kalimantan Selatan 2020.

Rumah Batu Desa Ninian Balangan, Sejak 2016 Jadi Benda Cagar Budaya Dilindungi di Kabupaten Balangan

Pilkada Banjar 2020 - Saidi Mansyur Klaim Bakal Didukung PKB

150 Bintara Polri Polda Kalteng Dibekali Pelatihan Kewilayahan Selama Enam Hari di SPN Tjilik Riwut

Mutia dan rekan-rekan menginap di desa dan merasakan bagaimana kehidupan masyarakat desa. Jika biasanya orang kota membersihkan diri di kamar mandi, sebaliknya Mutia dan rekan-rekan mandi di sungai.

Ketika para kepala rumahtangga memulai kerja dengan menggarap sawah, mereka pun ikut mendampingi untuk mengetahui secara langsung bagaimana proses bercocok tanam.

"Sementara anak-anak sekolah tapi tidak pakai seragam. Melainkan hanya mengenakan pakaian harian. Sungguh jauh berbeda dengan kehidupan di kota," ujar anak pasangan HM Mulyani Djarkasi dan Hj Salmiah.

Terhadap anak-anak tadi, penyandang Runner Up 2 Puteri Pariwisata Kabupaten Tanahbumbu dan dan rekan-rekan mengajari anak-anak berhitung, mewarna, bahkan mengajak mereka berhibur dengan mengadakan berbagai lomba.

"Dalam komunitas tersebut Mutia menjabat di bidang bisnis, tugasnya mengadakan usaha untuk menghimpun dana bagi kegiatan di desa," jelas dara kelahiran Banjarmasin, 16-mei-2003.

Komunitas yang diikuti Mutia di sekolah sangat didukung orangtuanya. Dengan kegiatan turun ke desa maka dapat belajar tentang kehidupan.

"Kata ibu saya, kegiatan tersebut membuat kita peduli sesama. Dengan merasakan hidup di desa, kita tahu bagaimana kehidupan masyarakat sehingga kita tidak sombong dan membuat kita lebih bersyukur," jelas Mutia.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved