Berita HSS

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran di HSS di Atas HET, Ada Yang Jual Rp26 Ribu

Pasokan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Hulu Sungai Selatan hingga kini lancar. Namun harganya terbilang masih di atas harga eceran tertinggi.

Tayang:
Penulis: Hanani | Editor: Edi Nugroho
istimewa
ilustrasi: Suasana operasi pasar di halaman kantor Diskoo UKP Tanahlaut di kawasan Jalan Datu Insad, Pelaihari, Senin (15/6/2020) siang lalu. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Pasokan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Hulu Sungai Selatan hingga kini lancar.

Namun harganya terbilang masih di atas harga eceran tertinggi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh banjarmasinpost.co.id, Senin (24/8/2020) darii sejumlah warga komsumen, satu tabung elpiji melon itu berkisar Rp 23 ribu sampai Rp 26 ribu per tabung.

“Sejak habis lebaran idul Adha lalu, harganya segitu. Kadang beli Rp 23, kadang sampai Rp 25 ribu, tergantung kiosnya,”ungkap pemilik warung di kawasan Jalan R Soeprapto Kandangan, Indah.

Menurutnya, warga yang membeli untuk konsusmsi rumah tangga maupun usaha warung kecil, hanya bisa membeli di tingkat eceran. “Jarang bisa membeli di agen, karena keburu habis,”tuturnya.

Dijelaskan, untuk ketersediaan lpg 3 kilogram sendiri sampai saat ini lancar dan mudah didapat di kios-kios.

Lancarnya pasokan, juga diakui warga di Kecamatan Daha Selatan, HSS, Ramli.

Begini Persyaratan LKSA Swadaya Jika Ingin Dapatkan Bantuan Hibah dari APBD Provinsi Kalsel

Penampilan Vanessa Angel Usai Melahirkan Disorot, Potong Rambut Hingga Pamer Tubuh Langsing

Tubuh Vanessa Angel Usai Melahirkan Disorot, Istri Bibi Pamer Langsing Hingga Potong Rambut

Sudah 10 Tim Daftar, Target 50 Tim Ikut Futsal Antar SKPD se Kalsel

Warga Bayanan ini mengatakan, di wilayah Daha, harga lebih mahal, yaitu Rp 26 ribu per tabung.

Dijelaskannya, di Daha, hanya ada tiga pangkalan, yaitu dua di Daha Selatan dan Satu di Daha Utara.

Hanya saja, warga konsumen jarang bisa membeli di pangkalan sesuai HET.

“Selalu paling murah Rp 26 ribu. Itu pengalaman saya,”ungkap Ramli warga Desa Bayanan.

Menurutnya, untuk wilayah Daha, ketersediaan pasokan memang cukup. Namun, diduga karena ada pengecer yang menjual ke wilayah Barito (Kalteng) kewat transportasi sungai, sehingga harga eceran pun jauh di atas HET yaitu di bawah harga Rp 20.000. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved