Breaking News:

Berita Banjarmasin

Demi Riset, Menulis dan Mengajar, Andin Rusmini Rela Traveling di Tengah Pandemi

Demi Riset, Menulis dan Mengajar, Andin Rusmini menjalani perjalanan udara ditengah pandemi Covid-19

istimewa
Pengalaman Penerbangan Pertama Doktor Muda ini dimasa pandemi Covid-19. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejak Maret 2020 sampai sekarang, Indonesia diterpa pandemi virus Corona (Covid19).

Virus yang berasal dari Wuhan (China) ini menggemparkan seluruh dunia. Penularannya yang begitu cepat itu membuat semua negara waspada.

Penularan virus yang begitu cepat sudah memasuki beberapa negara, termasuk di Indonesia. Alhasil efek dari virus yang sangat mematikan itu membuat negara-negara yang terpapar virus corona ini menjadi kewalahan.

Hampir semua lini kehidupan terdampak, mulai dari ekonomi, politik, kesehatan, keamanan, pariwisata dan termasuk juga bidang penerbangan.

6 Penumpang Batik Air Positif Corona, Berasal dari Jakarta dan Operasional Pesawat Dihentikan

Libur Agustusan Penumpang Pesawat Melonjak, Lion Air Ungkap Sejak Juli Naik 7,3 Persen

New Normal, Jumlah Penumpang Pesawat di Kalsel Mulai Meningkat

Dunia penerbangan ketar-ketir karena ancaman penularan virus corona ini.

Dampaknya, banyak maskapai yang menghentikan untuk sementara jadwal penerbangan domestik maupun mancanegara.

Akhirnya sejak sekitar satu bulan lalu, penerbangan domestik kembali dibuka untuk umum.

Walaupun masih sedikit peminatnya, dikarenakan banyak daerah yang masih memberlakukan WFH (Work from Home).

Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Doktor Andin Rusmini untuk kembali beraktivitas.

Doktor muda yang cantik ini tetap mengikuti protokol kesehatan dari gugus Covid-19 di Indonesia, Doktor muda ini melakukan Work of Travelling lagi di kota-kota yang ada di pulau Jawa untuk kembali melakukan kegiatan riset, menulis dan mengajar

"Banyak persyaratan-persyaratan yang harus ditempuh untuk melakukan penerbangan ini. Mulai dari tes rapid ataupun tes swab dan mendapatkan surat dokter bahwa bebas dari Covid19. Kemudian saat sudah dibandara juga harus mengikuti protokol kesehatan, mulai dari pakai masker dan bisa juga dengan tambahan face shield, cuci tangan atau dengan hand sanitizer, jaga jarak dan jaga kondisi tubuh agar tidak terlalu lelah," papar Andin.

KLARIFIKASI Citilink Soal Larangan Pesawat dari Surabaya Terbang ke Pontianak dari Gubernur Kalbar

Tapi tidak seperti penerbangan sebelumnya yang hanya melakukan persiapan di bandara hanya sekitar 2 jam. Setelah pandemi Covid-19 ini melanda, kita harus memperhatikan waktu kedatangan kita di bandara.

" Minimal adalah 4 jam sebelum waktu keberangkatan, kita sudah harus standby di bandara agar tidak ketinggalan pesawat," pungkas Andin. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved