Berita Kotabaru

Giatkan Program Padat Karya, UPBU Gusti Sjamsir Alam Kotabaru Libatkan 150 Orang

Unit Penerbangan Bandar Udara (UPBU) Gusti Sjamsir Alam, Stagen Kotabaru melaksanakan program kegiatan padat karya di area bandara, Selasa (25/8/2020

Penulis: Herliansyah | Editor: M.Risman Noor
helriansyah
UPBU Gusti Sjamsir Alam Stagen, Kotabaru melaksanakan kegiatan program padat karya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Unit Penerbangan Bandar Udara (UPBU) Gusti Sjamsir Alam, Stagen Kotabaru melaksanakan program kegiatan padat karya di area bandara, Selasa (25/8/2020).

Padat karya, kegiatan pembangunan lebih banyak menggunakan tenaga manusia, dibanding penggunaan mesin. Sekaligus pembukaan lapangan tenaga kerja bagi masyarakat di tengah terjadi pandemik sekarang ini. 

Pembukaan progam padat karya digagas Kepala Kantor UPBU Ferdinan Nurdin, dihadiri Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, Dandim 1004 Letkol Inf Roy Fakhrul Rozi, Danlanal Letkol Laut (P) Guruh Dwi Yudhanto, dan kepala SKPD.

Pemegang Kartu Penerima Subsidi Elpiji Tak Kebagian, Harga Elpiji Melon Capai Rp 40 Ribu di Kotabaru

IPA Gunung Perak Kotabaru Mulai Terganggu Kekeringan, PDAM Kotabaru Akui Mulai Ada Keluhan Pelanggan

Kegiatan progam padat karya dipusatkan di area lokasi bandara, dilakukan simbolis Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kepala Kantor UPBU Kotabaru Ferdinan Nurdin mengatakan, program padat karya merupakan instruksi Presiden langsung melalui Kementerian Perhubungan di seluruh bandar udara.

Menurut Ferdinan, padat karya bertujuan pemulihan ekonomi nasional. Terkhusus di bandara Gusti Sjamsir Alam, dilakukan dengan pemotongan pohon mangrove dan rumput. 

Selain dilaksanakan pembersihan drainase di sisi bandara, dengan lama waktu sekitar seminggu. "Kegiatan dilaksanakan di luar jam operasional penerbangan," jelas Ferdinan.

"Seminggu kan empat kali penerbangan. Tiga harinya kosong, diisi dengan kegiatan itu," lanjutnya. 

Adapun peserta terlibat dalam kegiatan, mereka berada di sekitar bandara. "Karena dalam masa pandemi ini banyak masyarakat terimbas. Ada berhenti bekerja,  ada penghasilannya berkurangan," sambungnya. 

Melalui program padat karya diharapkan Ferdinan, dapat memulihkan daya beli masyarakat. Dengan sistem pembayaran kontan, Rp 100 ribu perorangan perhari. 

"Masyarakat terlibat berjumlah 150 orang. Karena setelah padat karya ini, masih ada padat-pada karya lainnya. Seperti pengecetan pagar bandara," pungkas Ferdinan kepada banjarmasinpost.co.id. (Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved