Breaking News:

Berita Ekonomi dan Bisnis

Perdalam Ilmu di Sekolah, Warga Batola Ikuti Kursus Menjahit di Banjarmasin

Ingin mencari tambahan keluarga, Husnul rela dari Muara Bangkak, Kelurahan Tanjung untuk mengikuti kelas menjahit yang diadakan Banua Bawarna.

Rakhmalina Bakhriati untuk Banjarmasin Post -
Kegiatan pelatihan menjahit 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ingin mencari tambahan keluarga, Husnul rela dari Muara Bangkak, Kelurahan Tanjung untuk mengikuti kelas menjahit yang diadakan Banua Bawarna.

"Usai mengikuti pelatihan menjahit dan mendesign ini, nantinya saya akan membuka usaha supaya bisa menambah penghasilan keluarga," ujar ibu rumah tangga ini kepada banjarmasinpost.co.id.

Beda dengan Amil dan Pahliana, mereka ikut pelatihan ini memanfaatkan sekolah daring sekalian memperdalam pelajaran sekolah. 

"Saya kan sekolah di SMK Handil Bhakti jurusan Busana. Tak salahnya menambah pengetahuan dan pengalaman disini," kata Amil (16 tahun) warga Desa Tarantang, Batola ini.

Buruh Kalsel Cemas Besaran UMP 2021, Minta Pemerintah dan Pengusaha Bahas Bersama

Ketua DPRD Kotabaru Ajak Eksekutif Kembangkan Destinasi Wisata Goa Lowo Dongkrak Ekonomi Masyarakat

 
Menurut Rakhmalina Bakhriati, ketua Koperasi Jalujur Banua Bawarna atau Borneo Braid, pihaknya mengadakan 

kelas menjahit setiap Senin dan Kamis sebagai bagian usaha penguatan ekonomi keluarga di masa pandemi.

"Kami juga ada kelas kerajinan tangan yang dilaksanakan seminggu sekali," paparnya, Senin (25/8/2020) sore.

Jumlah peserta sebanyak 16 orang usia 15-46 tahun, dimana delapan orang merupakan peserta program beasiswa yang diberikan LK3 untuk keluarga terdampak pandemi Copid-19.

Selain itu, lanjut Lina, panggilan akrabnya, juga ada kelas menjahit dan kelas desain yang terbuka untuk umum. 
Untuk kelas menjahit biayanya Rp 500.000 per bulan dengan dua pertemuan seminggu dan kelas desain Rp 75.000 per bulan dalam satu kali pertemuan.

Diadakannya kelas desain dasar, tujuannya agar peserta, selain bisa menjahit juga bisa merancang sesuai dengan tubuh  model.

Lina menambahkan, masing-masing kelas ada yang mengelolanya. Kelas menjahit dan desain dikelola Reisya, mahasiswi desain busana AKK Jogya dan kelas kerajinan dikelola Maria, pegiat kraf di Banjarmasin. (banjarmasin post.co.id/ syaiful anwar)

 
 

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: M.Risman Noor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved