Berita Batola

Gas Melon Capai 35 Ribu di Marabahan, Dipicu Geliat Pelaku Usaha dan Oknum

Harga LPG ukuran 3 kilogram eceran mencapai 35 ribu per tabung di Marabahan, Barito Kuala.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Warga antri membeli gas subsidi di sebuah agen di Barito Kuala, beberapa waktu lalu 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Harga LPG ukuran 3 kilogram eceran mencapai 35 ribu per tabung di Marabahan, Barito Kuala.

Meski terbilang mahal, pasokannya pun juga mulai langka. Info ini didapat dari beberapa pelanggan yang biasa menggunakan gas dengan tabung melon ini.

"Sekarang agak susah dapatnya, ini kemarin saya beli 35 ribu di eceran," ccap Kardi, pedagang di sekitar Lapangan 5 Desember. Rabu (26/08/2020).

Menanggapi hal ini, kabid perdagangan Disperindag Kabupaten Barito Kuala, Surono, mengungkapkan konsumen masyarakat mulai meningkat. Sejalan dengan situasi pembiasaan baru di masa pandemi.

"Kita melihat usaha-usaha mulai menggeliat, yang sebelumnya memang sempat vakum beberapa bulan," ucapnya.

Lihat Bocah SMP Ini Tak Bisa Belajar Daring, Babinkamtibmas di Banjarmasin Tergerak Berikan Ponsel

Mahasiswa UMM Ajak Warga Handiwung Kabupaten Kapuas Hidup Sehat

Akumandiri Kalsel Ingin Majukan UMKM di Banua, Ini Program Kerjanya

Masalah Berat Badan Lucinta Luna Usai 5 Bulan di Penjara Diungkap, Abash : Khatam Alquran

Ia juga menambahkan, meningkatnya penggunaan tabung melon ini memicu kelangkaan, sehingga harga merangkak naik.

Di sisi lain, Surono menyayangkan oknum yang terbilang mampu masih menggunakan gas yang diperuntukkan masyarakat miskin tersebut. Entah itu pelaku usaha maupun mereka yang bergaji di atas 1,5 juta perbulan.

"Seharusnya mereka yang mampu ini beli gas yang 5,5 kilo atau yang 12 kilo, agar tidak memicu kelangkaan hingga kenaikan harga gas melon," imbuhnya.

Melihat fenomena ini, ia pun memberikan pandangan. Jika saja setiap pangkalan dan pengecer menyediakan gas berukuran 5,5 kilo sebagai pendamping tabung melon, maka masalahnya sedikit teratasi.

Karena pengguna gas 3 kilo bisa beralih ukuran. Sehingga bisa mengurangi konsumsi pada gas tabung melon.

Untuk pasokan kouta gas di Batola sebenarnya tidak ada perubahan yakni 7002 Metrik ton per bulan.

Surono pun mengutarakan jika harga dan pasokannya mulai sukar dimaklumi, ia siap menyurati pihak Pertamina untuk melakukan operasi pasar.

"Kita siap adakan operasi pasar jika memang perlu, hanya perlu layangkan surat ke Pertamina dan akan ditindak cepat," Pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

  • Berita Terkait :#Berita Batola
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved