Breaking News:

Wabah Corona di Kallsel

Kaitan Pandemi, Pertambangan dan Perekonomian Kalsel Menurut Tim Pakar Penanganan Covid-19 ULM

Industri pertambangan yang dihantam efek pandemi covid-19 dipastikan ikut menyeret dan menjadi faktor pelambatan pertumbuhan perekonomian Kalsel.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
Istimewa/ Hidayatullah Muttaqin
Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19 ULM, Hidayatullah Muttaqin, SE., M.Si., Pg.D 

Akibatnya, perekonomian Kalsel lebih rentan terhadap pengaruh gejolak ekonomi global dibanding perekonomian nasional.

-Transformasi Ekonomi

Meskipun sektor pertambangan suram, menurut Muttaqin hendaknya menjadi motivasi bagi Kalsel untuk segera meletakkan fondasi transformasi ekonomi.

Yaitu Kalsel harus merubah ketergantungan pada sumber daya alam menuju perekonomian yang mengandalkan sumber daya manusia dan teknologi meski tidak mudah dan pencapaian hasilnya adalah dalam jangka panjang.

Hal ini kata Muttaqin penting dilakukan meski tak ada pandemi sekalipun.

Pasalnya, indeks harga komoditi barang tambang cenderung menurun dalam jangka panjang.

Karenanya, suatu daerah atau negara yang bergantung pada sektor pertambangan cenderung mengalami kerugian.

Lalu lapangan kerja yang tercipta di sektor pertambangan secara proporsional cukup rendah.

Pada Februari 2020, sektor pertambangan hanya menyerap 4,5 persen tenaga kerja.

Saat harga melambung, maka pertumbuhan di sektor pertambangan akan mendorong ketimpangan ekonomi yang lebih tinggi.

Selain itu, eksploitasi tambang memiliki kaitan erat dengan degradasi lingkungan hidup dan kerusakan hutan lindung.

Eksploitasi yang semakin masif untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi akan menyebabkan semakin tingginya laju degradasi lingkungan dan meninggalkan warisan yang sangat sedikit bagi generasi penerus.

"Kejatuhan harga batu bara memang agak menyakitkan bagi perekonomian Kalsel. Tetapi momen ini harus menjadi motivasi agar Kalsel segera melakukan transformasi ekonomi. Di sisi lain kondisi ini juga menjadi berkah tidak terduga (blessing in disguise) untuk menghentikan laju kerusakan lingkungan," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved