Breaking News:

Berita Ekonomi

Usamah Kreatif Manfaatkan Kain Perca Sasirangan, Percantik Helm Hingga Sepeda Motor

Di tengah Pandemi Copid -19 sekarang ini, membuat orang menjadi lebih kreatif dan inovatif.

banjarmasin post.co.id/syaiful anwar
Usamah, SPdI, MPd memanfaatkan limbah kain perca Sasirangan menjadi nilai jual setelah 'ditempel' ke pot, toples, helm hingga sepeda motor. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIN POST.CO.ID BANJARMASiN- Di tengah Pandemi Copid -19 sekarang ini, membuat orang menjadi lebih kreatif dan inovatif. Ditambah pintar membaca situasi dan memanfaatkan limbah kain serta tak perlu modal banyak, bisa menghasilkan uang.

Itulah yang dilakukan Usamah, SPdI, MPd yang memanfaatkan limbah kain perca Sasirangan menjadi nilai jual setelah 'ditempel' ke pot, toples, helm hingga sepeda motor.

"Awalnya saya membaca kalimat pengusaha ternama Bob Sadino, selama ininorang berpikir ada modal baru ada usaha. Saya berpikir sebaliknya, usaha dulu baru ada modal atau modalnya kecil-kecilan dulu," paparnya, Kamis (27/8/2020).

Berdasarkan prinsip itu, kata Usamah, Juli 2020 ingin memulai usaha dengan jalan-jalan ke tempat pamannya bekerja sebagai penjahit, banyak potongan bekas Sasirangan atau kain perca.

AMALAN Sunnah Puasa Tasua & Puasa Asyura yang Dilaksanakan Jumat-Sabtu 28-29 Agustus, 9-10 Muharram

Dua Bedakan Ludes Terbakar di Gunung Batu Tabalong, Ini Langkah Petugas Damkar

Warganet Ini Mengaku Sudah Dapat Subsidi Gaji Rp 600.000, Padahal Presiden Jokowi Belum Melaunching

Belanja Lebih Hemat di Pasar Subuh Kandangan, Harga Kue di Bawah Rp 1.000 Per Potong

"Saya pun berpikir bagaimana kain perca itu bisa jadi duit. Kemudian saya mencoba memasang ke media toples dan dikembangkan ke pot bunga dan helm hingga sepeda motor," ucapnya.

Hasil karyanya itu dicoba dipasarkan, ternyata peminatnya cukup banyak tak hanya di Kalsel juga ada dari Kalteng hingga Samarinda, Kaltim.

Dijelaskan Usamah, produksi sehari jenis toples dan pot bunga bisa dibikin lima buah. Saat ini dirinya belum ada karyawan, dan membikinnya tergantung kesulitan medianya

"Kalau helm dikerjakan tiga buah sehari, dan sepeda motor bisa dua buah. Motifnya tergantung kehendak konsumen," kata guru di SMA Negeri 12 Banjarmasin ini.

Dia menjelaskan, mengingat keterbatas modal, saat ini hanya sekedar buka jasa pemasangan saja. "Saya pun ada kerjasama dengan penjual kain Sasirangan, karena kainnya baru, ini harganya beda," tandasnya.

Menurut Usamah, harga jasa membikinnya, tergantung media. Untuk pot bunga dan toples Rp30.000 sampai 100.000, helm Rp 100.000, sepeda motor Rp 250.000 sampai Rp 500.000 tergantung pesanan konsumen apa saja yang ditempel.

Dia pun bercerita, faktor kesulitan menempel di helm bila bentuknya polos dan bulat. Mengerjakannya harus dipotong dulu, bila tidak hasilnya kurang. Helm merk GM, Ink dan NHK lebih banyak lekukannya, sehingga mudah dikerjakan.

Kain yang dibutuhkan menempel ke helm sekitar 50x50 sentimeter, tergabtung corak Sasirangan. Kalau Corak Sasirangan model sekarang, bisa banyak memakai kainnya.

Walau pun sudah mulai merintis usaha jasa membikin hel, pot hingga sepeda motor ditempel Sasirangan, menurut Usamah hanya pekerjaan sampingan. Pekerjaan utamanya tetap menjadi guru di SMAN 12 Banjarmasin. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Akhyar
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved