Breaking News:

Muharram 1442 H

Cara Mandi Wajib yang Benar Bulan Muharram 1442 H Sebelum Puasa Tasua Puasa Asyura atau Ayyamul Bidh

Cara Mandi Wajib yang Benar di Bulan Muharram 1442 H Sebelum Mulai Puasa Tasua Puasa Asyura atau Ayyamul Bidh

sutterstock
Ilustrasi Mandi Hari Raya Idul Adha 

Editor: Royan Naimi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebelum memulai memulai berpuasa Tasua, Asyura atau Ayyaml Bidh, ada baiknya membersihkan hadas tengan mandi. Bagi yang berhadas besar harus melakukan mandi wajib

Seperti diketahui, Islam mengizinkan suami istri berhubungan badan. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana ketika selesai bersetubuh suami-istri kebablasan tidur sampai masuk waktunya berpuasa, tanpa lebih dulu Mandi Wajib atau Mandi Junub?

Jika terlewat waktu Imsak, Suami-istri harus tetap Mandi Junub alias Mandi Wajib lalu melanjutkan puasanya. Tapi baiknya Mandi Wajib sebelum Subuh.

Jika Imsak masih lama, baiknya mandi dulu baru sahur. Kalau mendekati imsak maka baiknya sahur dulu.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.” (HR. Bukhari-Muslim).

Lafadz Niat Puasa Asyura di 10 Muharram Besok dalam Bahasa Arab dan Bahasa Latin

Puasa Asyura dan Tasua di Bulan Muharram 1442 H, ini Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura

BESOK Puasa Tasua Dilaksanakan dan Sabtu Puasa Asyura Muharram 1442 Hijriah, Ini Niat & Keutamaannya

Hadits di atas diperkuat lagi dengan ayat, “Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam” (QS. Al Baqarah: 187).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan mubasyaroh (basyiruhunna) dalam ayat di atas adalah jima’ atau hubungan intim.

Dalam lanjutan ayat disebutkan, “Ikutilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untuk kalian”.

Jika jima’ itu dibolehkan hingga terbit fajar (waktu Shubuh), maka tentu diduga ketika masuk Subuh masih dalam keadaan junub. Puasa ketika itu pun sah karena Allah perintahkan

Halaman
1234
Editor: Royan Naimi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved