Breaking News:

Berita HST

Video : 200 Warga Batu Benawa Mengadu Ke DPRD HST

Kisruh antara warga Desa dengan Pemimpin Pondok Pesantren Al Anwar Desa Batu Tunggal Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah bukan persoalan.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: M.Risman Noor

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kisruh antara warga Desa dengan Pemimpin Pondok Pesantren Al Anwar Desa Batu Tunggal Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah bukan persoalan baru.

Jika kisruh kali ini dipicu dugaan perpecahan masyarakat dan pernikahan tanpa restu orangtua.

Saat rapat bersama anggota DPRD HST, Kamis (27/8/2020) Kepala Desa Baru Kecamatan Batu Benawa juga hadir dan sepakat dengan tuntutan warga.

Usai rapat di DPRD, Ketua DPRD H Rachmadi membeberkan, jika pihaknya tak dapat memberi keputusan karena bukan wewenang DPRD.

Ia meminta warga bersabar hingga ada keputusan terbaik.

"Saya rasa ini masalah baru. Tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan setahun silam," ujarnya.

Rencananya, pada 1 September nanti DPRD akan memanggil Syarkawi untuk mengklarifikasi terkait persoalan dengan warga.

Sementara itu Meski ditunda, jika tak ada keputusan rupanya, warga siap melakukan aksi sendiri.

Bahkan saat demo, penjagaan ketat dilakukan di depan kantor DPRD HST.

"Kami siap melakukan aksi jika tak ada keputusan tegas terkait keinginan kami. Kami berharap Syarkawi angkat kaki dari sana atau pulang ke Taras Padang Kecamatan Labuan Amas Selatan. Kami tak meminta ia angkat kaki dari HST tapi dari kampung kami. Ini sudah meresahkan," ujar penanggung jawab aksi demo yang juga menjadi juru bicara warga, Aidi.

Menurutnya, ini merupakan puncak kemarahan warga. Dalam berita sebelumnya, Warga Desa Baru Kecamatan Batu Benawa warga dari Batu Tunggal datang ke DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Tak tanggung-tanggung, warga yang hadir mencapai 200 orang.

Kodim 1002/Barabai Kalsel Gelar Pergelaran Tari Kreasi Kalimantan

Di Demo Warga Desa, ini Penjelasan Syarkawi dan Tanggapan Ketua DPRD HST


Warga yang datang menyatakan dengan lantang agar Syarkawi warga yang tinggal di Batu Tunggal angkat kaki dari sana.

Kemarahan warga bukan tanpa sebab. Warga marah karena Syarkawi menikahi warga Desa Baru tanpa seizin orangtuanya.

Syarkawi menikahi perempuan berusia 25 tahun di Kabupaten Banjar dengan istilah nikah musyafir.

Pernikahan tersebut tanpa restu atau sepengetahuan orangtua perempuan.

Amarah warga memuncak, dan meminta agar Syarkawi angkat kaki. Banyak karton bertuliskan umpatan kepada Syarkawi.


Pendemo tak hanya kaum laki-laki saja tetapi juga perempuan. Mereka datang dengan berteriak minta Syarkawi meninggalkan tempat tinggalnya

Syarkawi yang dikonfirmasi via telepon mengaku tak mengerti dengan aksi warga.

Ia hanya berkeyakinan yang benar akan ditunjukan begitu pula sebaliknya. Ia juga tidak masalah dengan aksi demo yang dilakukan warga Desa Baru Kecamatan Batu Benawa dan Desa Batu Tunggal Kecamatan Hantakan, pada Kamis (27/8/2020) beserta tuntutannya.

Ia menduga masalah ini terkait masalah ini dipicu karena batalnya pariwisata dibuka di sana setahun silam.

"Yang menyoal orangnya itu-itu saja. Orang wisata itu juga," bebernya.

sekarang. (banjarmasinpost.co.id /Eka Pertiwi)

 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved