Breaking News:

Berita Martapura

Puluhan Santri Pondok Pesantren Ishlahul Aulad Mengolah Bubur Asyura Pakai Kayu Bakar

Pada era globalisasi dan modern sekarang ini, tradisi mengolah bubur Asyura pada setiap 10 Muharram, banyak yang menggunakan gas elpiji atau minyak ta

Penulis: Jumadi | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/jumadi
Santiwati Pondok Pesantren Ishlahul Aulad, yang berlokasi di Desa Pemangkih Baru, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIN.CO.ID MARTAPURA-Pada era globalisasi dan modern sekarang ini, tradisi mengolah bubur Asyura pada setiap 10 Muharram, banyak yang menggunakan gas elpiji atau minyak tanah.

Namun pengolahan bubur Asyura di pesantren putri maupun putra, tepatnya Pondok Pesantren Ishlahul Aulad, yang berlokasi di Desa Pemangkih Baru, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar masih menggunakan kayu bakar.

Mengapa di pesantren ini memasak bubur Asyura menggunakan kayu bakar. Sebab di desa ini kayu bakar, seperti dari beberapa batang pohon yang sudah tua untuk dijadikan kayu bakar sangat melimpah.

Dengan memasak menggunalan kayu bakar, maka aroma masakan bubur Asyura akan menambah rasa yang sebenarnya  41 macam bumbu dan rempah-rempah serta sayur akan terasa nikmat sekali.

Turnamen PGI Kalsel di Padang Golf Swargaloka Banjarbaru, Pengelola Sebut Pertama Dimasa New Normal

Kelompok 12 Citra.co KKN Ilmu Komunikasi FISIP ULM Gelar TalkBinar Nasional

Rhoma Irama Sorot Soal Izin Cover Lagu, Ini Saran dari Raja Dangdut Indonesia

Jadwal Live Streaming ESPN UFC Night Pekan Ini Jelang UFC 253 antara Israel Adesanya vs Paulo Costa

Seperti yang terpantau Sabtu (29/8/2020) siang, puluhan santriwati masing-masing disibukkan dengan membuat bubur Asyura.

Dengan menggunakan tiga buah kawah yang cukup besar, mereka bergantian mengaduk-aduk kawah berisikan 41 macam rempah-rempah serta berbagai macam jenis sayur. Masing-masing kawah berisikan 10 liter, sehingga jumlah totalnya 30 liter.

Sebagian santriwati menyediakan kayu bakar di bawah kawah. Walau terlihat asap dari pembakaran kayu, kondisi bara api tidak terlalu menyala besar, sehingga bubur yang diaduk-aduk tidak gosong dan tidak lengket.

Pimpinan Pondok PesantrenIshlahul Aulad, H Ahmad Syairazi yang ditemui mengatakan, pembuatan bubur Asyura ini dilaksanakan setiap tahun, tepatnya tanggal 10 Muharram.

Nantinya bubur Asyura yang sudah masak dikonsumsi oleh anak santriwati untuk berbuka puasa. Sebagian lagi dibagikan ke masyarakat sekitar pesantren sebagai sadakah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved