Breaking News:

Techno

Youtuber dari Kalsel, Subur Gaming Ikut Tolak Gugatan RCTI dan iNews ke MK soal Izin Live di Medsos

Gugatan RCTI dan Inews ini juga menimbulkan kekhawatiran Youtuber asal Kalimantan Sek latan Saipul Rahman, selaku pemilik kanal youtube Subur

Istimewa dari Saipul Rahman untuk Banjarmasin Post
Youtuber dari Kota Kandangan, Kalimantan Selatan Saipul Rahman pemilik channel Subur Gaming 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Youtuber asal Kota Kandangan, Kalimantan Selatan, Saipul Rahman dari Subur Gaming turut menolak terkait gugaran RCTI dan iNews ke Mahkamah Konstitusi (MK).

PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) dan PT Visi Citra Mitra Mulia ( Inews TV) mengajukan permohonan uji materil Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Jika dikabulkan MK, maka siaran langsung pada platform media sosial seperti Facebook, Youtube, Instagram dan lainnya bisa dilarang karena harus lebih dulu memiliki izin penyiaran.

Gugatan RCTI dan Inews ini menimbulkan kekhawatiran banyak pengguna media sosial, termasuk Youtuber Saipul Rahman, selaku pemilik kanal youtube Subur Gaming yang memiliki 637 ribu Subscriber

Pujian Mulan Jameela Hingga Krisdayanti Pada Diana Putri, Desainer Masker Lady Gaga di VMA 2020

LINK Live Streaming RCTI+ Bigetron vs EVOS dan Alter Ego vs RRQ di MPL ID S6 Pekan ke-3

Youtuber peraih silver play button itu pun mengakui bahwa media live streaming telah menjadi salah satu cara untuk mempromosikan konten youtubenya dan sekaligus media untuk berinteraksi dengan penontonnya.

"Media live streaming saya fungsikan untuk menghibur penonton-penonton saya sendiri, selebihnya untuk berinteraksi dengan penonton saya langsung baik itu di instagram, fanspage facebook dan youtube saya subur gaming," jelasnya kepada Bpost pada Sabtu (29/8/2020).

Menurut Saipul, ia secara pribadi menolak apabila gugatan tersebut disetujui. Ia merasa bahwa melakukan perorangan bebas melakukan live streaming asalkan kontennya tidak vulgar, sara atau merugikan orang lain.

Harapannya, karena zaman sekarang sudah mulai serba digital, Indonesia harus bisa beradaptasi dengan perkembangan tersebut agar tidak tertinggal.

"Jadi tolong tidak usah ada lagi yang namanya gugatan izin-izin live seperti itu karena itu akan memberatkan bahkan merugikan orang-orang banyak," keluhnya.

Namun seandainya gugatan tersebut diterima, ia pun secara lapang dada harus mematuhi peraturan yang berlaku dan akan berupaya mendapatkan izin secara legal.

"Dan kalau memang diberlakukan, tolong diberlakukan ke semua jangan ke salah satu saja. Biar ada keadilan untuk semua," tambahnya.

Sedangkan Corporate Legal Director MNC Group, Christophorus Taufik, menyatakan RCTI dan iNews bukan ingin mengebiri kreativitas medsos, tetapi untuk kesetaraan dan tanggungjawab moral bangsa.

"Permohonan uji materi RCTI dan iNews tersebut justru dilatarbelakangi keinginan untuk melahirkan perlakuan dan perlindungan setara antara anak-anak bangsa denga sahabat-sahabat Youtuber dan Selegram dari berbagai belahan dunia dan berbagai belahan dunia dan mendorong mereka untuk tumbuh, meningkatkan kesejahteraan mereka dan berkembang dalam tataran kekinian," kata Chris dalam keterangannya yang dikutip dari Tribun Network. (Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Rahmadhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved