Sport

Sempat Dicoret Forki Kalsel, Tutut Buktikan Dengan Prestasi

Jalan terjal meraih prestasi pernah dilalui karateka Banua, Tutut Hastuti di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Jakarta.

Penulis: Khairil Rahim | Editor: M.Risman Noor
Tutut Hastuti untuk banjarmasin post
Tutut (dua dari kanan) saat meraih perunggu di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Jakarta, 24-25 September 2019 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jalan terjal meraih prestasi pernah dilalui karateka Banua, Tutut Hastuti di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Jakarta, 24-25 September 2019 lalu.

Saat itu Tutut yang meraih gelar juara diajang Pekan Olahraga Daerah (Popda) Kalsel di kelas kumite -61 kilogram putri namanya di coret dari tim Kalsel oleh  Bapomi dan Forki Kalsel.

"Padahal usai juara itu saya selalu setiap hari latihan pagi dan sore untuk persiapan ajang itu," kata Mahasiswi Uniska Banjarmasin Fakultas Studi Islam Jurusan Ekonomi Syariah semester V kepada banjarmasinpost.co.id.

Tapi Tutut kaget saat diberitahu pihak kampus namanya tidak terdaftar untuk keberangkatan ke Jakarta. Dia pun merasa sangat kecewa, sangat merasa tidak adil atas keputusan sepihak dari Forki Kalsel.

Sedianya semua juara di tiap kelas diberangkatkan ke Pomnas, namun Bapomi Kalsel tidak punya cukup dana dan memutuskan hanya 7 atlet dikirim, tidak termasuk Tutut.

"Untungnya yang terus membuat Tutut kuat adalah orang tua dan Sensei Lubis yang rela meninggalkan pekerjaannya untuk meluangkan waktu setiap hari melatih pagi dan sore di Dojo kayu Abang," tambah  karateka Lemkari Gemilang Kalsel ini.

Syukurnya, pihak Uniska mau memberi solusi. Tutut dibiayai oleh kampusnya. Semangat tanding yang sempat padam kembali terbakar.

Penyandang sabuk hitam Lemkari Dan 1 ini. yang bertanding di kategori kumite -61 Kg putri berhasil membawa pulang medali perunggu untuk Banua.

Piala Super Eropa 2020 Bayern Muenchen vs Sevilla : Jadwal Live & Head to Head Laga Edisi ke-45

Video : Lewat Adu Penalti, Bekauda dan Tim TPH ke Final Futsal Antar SKPD Kalsel

"Bagi saya itu urusan perguruan dan induk organisasi. yang berlalu biarlah berlalu. Saya tidak memikirkan soal lain, hanya berlatih dan melatih. Jika memang ada kesempatan bertanding, alhamdulillah. Jika belum, tak masalah, belum rezeki. Ada atau tidak ada even, tetap saja berlatih dan melatih. Karena Karate adalah hobi saya," pungkas dia. (Banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved