Breaking News:

Kelotok Susur Sungai Mentaya Sampit

Wisata Susur Sungai Mentaya Sampit Belum Dikelola dengan Serius oleh Pemerintah Kotim Kalteng

Keberadaan kelotok Susur Sungai Mentaya memang menambah penghasilan pengelola kelotok.

banjarmasinpost.co.id/fathurahman
Warga yang ingin naik Kelotok susur Sungai Mentaya, menunggu di Dermaga Habaring Hurung Sampit 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Keberadaan kelotok Susur Sungai Mentaya memang menambah penghasilan pengelola kelotok.

Betapa tidak, selama ini pengelola atau pemilik kelotok hanya mendapatkan penghasilan sedikit ketika hanya melayani jasa menyeberangkan barang atau orang dari Desa Mentaya Seberang ke Kota Sampit.

Namun sayangnya, keberadaan kelotok susur sungai mentaya ini belum d kelola secara serius oleh Dinas Pariwisata Kotim, sehingga tidak tertata dengan baik untuk armada kelotok maupun pelayanan penumpangnya.

Pantauan di Drmaga Habaring Hurung Sungai Mentaya Sampit, belum ada keseragaman kelotok yang melayani penumpang untuk ikut susur sungai, terkesan pengelola masing-masing saja menghiasi kapal.

Kelotok Masih Jadi Moda Transportasi Pilihan Masyarakat Kecamatan Seranau Kotim Kalteng

Kelotok Susur Sungai Mentaya Sampit Kotim Kalteng, Wisata Baru yang Muncul Saat Pandemi Covid-19

Susur Sungai Mentaya Sampit Kalteng, Dekorasi Kelotok Jadi Daya Tarik Pengunjung

Susur Sungai Mentaya Sampit Kotim Kalteng Jadi Tambahan Penghasilan Motoris

Susur Sungai Mentaya Sampit Kotim Kalteng Paling Seru Bersama Rombongan

Susur Sungai Mentaya Sampit Kotim Kalteng, Motoris Banyak Dapat Penumpang Bila Ada Kegiatan di Sini

Padahal keberadaan kelotok susur sungai ini bisa menjadi potensi wisata yang cukup baik untuk pendapatan asli daerah jika pengelolaannya juga dibantu oleh pemerintah kotim, terutama dinas pariwisata daerah setempat.

ADA hal yang juga perlu diatur dalam pelalayanan kelotok susur sungai mentaya tersebut, salah satunya adalah belum adanya kesiapan keselamatan untuk penumpang.

Padahal penumpang yang naik kelotok susur sungai biasanya dalam jumlah banyak, sedangkan kelotok yang melayani bodynya kecil, ketika membawa orang banyak rawan terbalik jika ada gelombang kapal besar lewat sungai tersebut.

Sungai Mentaya selama ini setiap hari banyak dilalui kapal-kapal besar yang menyebabkan gelombang besar.

Masalah pengaturan lalulintas kelotok termasuk rute maupun batas jumlah penumpang yang boleh naik kelotok susur sungai juga belum ada aturannya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved