Breaking News:

Travel

Eksotisme Gunung Birah Tanahlaut, Tiap Pengunjung Gratis Naik Angkutan Unik Dinamai Gerandong

Ada sensasi tersendiri bagi wisatawan Gunung Birah Tanahlaut. Itu karena setiap wisatawan diangkut gratis menggunakan gerandong modif hand traktor.

banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
Pengunjung menaiki Gerandong┬ádari pos registrasi menuju kaki Gunung Birah sejauh satu kilometer. Angkutan unik ini gratis oleh pengelola wisata setempat. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ada sensasi tersendiri yang dirasakan tiap wisatawan yang bertandang ke objek wisata Gunung Birah di Desa Kandanganlama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sensasi itu bukan hanya panorama alam yang mengesankan, tapi juga armada angkutan yang dirasakan para pengunjung.

Pasalnya dari pos registrasi (loket) pengelola wisata setempat untuk menjangkau kaki gunung jaraknya lumayan jauh yakni satu kilometer.

Gerandong alat transportasi unik sebagai angkutan bagi pelancong dari pos registrasi menuju kaki Gunung Birah sejauh satu kilometer.
Gerandong alat transportasi unik sebagai angkutan bagi pelancong dari pos registrasi menuju kaki Gunung Birah sejauh satu kilometer. (banjarmasinpost.co.id/Idda Royani)

Seluruh kendaraan bermotor pengunjung wajib drop (parkir) di tempat parkir di sekitar pos registrasi. Pengelola wisata menyediakan armada angkutan khusus untuk mengangkut pengunjung hingga ke kaki gunung tersebut.

Armada tersebut cukup unik, namanya gerandong. Ini merupakan sarana transportasi khusus yang merupakan hasil modifikasi hand tractor. Kemudinya tetap tak berubah, hanya di bagian belakang dilengkapi bak untuk penumpang.

Gerandong tersebut hasil modifikasi warga Kandanganlama.

Pimpin Rapat Gugus Tugas, Wawali Banjarbaru Sampaikan Pesan Terakhir Almarhum Nadjmi Adhani

Eksotis Gunung Birah Tanahlaut, Sediakan Fasilitas WC di Puncak, Ada Sewa Tenda Hingga Jasa Ini

Pilkada Kalteng 2020 - Bupati Kapuas dan Mantan Bupati Kobar Berpasangan Siap Maju di Pilgub

"Bermula dari kerjaan masyarakat di sini yang kesulitan mengambil kayu di hutan karena semua armada susah masuk dan melewati lumpur. Lalu munculah ide memodifikasi hand tractor," jelas H Rosmani, sekretaris Pokdarwis Gunung Birah, Senin (3/18/2020).

Ia menuturkan penamaan gerandong karena terinspirasi kekuatan alat angkut modifikasi tersebut.

"Kekuatannya bagai gerandong, hewan sejenis kerbau yang suka berkubang di lumpur dan kekuatannya luar biasa," paparnya.

Dikatakannya, menaiki armada tersebut gratis. Ini bagian dari service pada tiket masuk wisata Gunung Birah sebesar Rp 15 ribu per orang.

"Biaya ini sudah termasuk antar jemput pakai gerandong dan biaya guide serta fasilitas WC dan musala di puncak gunung," jelas Rosmani.

Armada itu juga menjadi daya tarik tersendiri dan disukai pengunjung.

"Asyik juga kalau ke Gunung Birah, bisa naik gerandong. Unik bentuknya dan sensasinya lumayan seru juga, goyang-goyang dikit di jalanan," tutur Risma, warga Batibati (Tala).

(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved