Breaking News:

Kalsel Bergerak

Pemprov Kalsel Naikkan Gaji Ribuan Guru Honorer

Besaran honor Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non PNS di SMA/SMK negeri dinaikkan Pemprov Kalsel menjadi Rp 2,3 juta

HUMAS PEMPROV KALSEL
Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Sahbirin Noor, saat beri sambutan kepada rombongan Banggar DPR RI, Senin (24/2/2020). 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Ribuan tenaga pendidik dan kependidikan di Provinsi Kalimantan Selatan menerima pendapatan yang lebih besar, dibandingkan saat pengelolaan pendidikan SMA/SMK berada di kabupaten/kota.

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 009 Tahun 2020, tentang Pedoman Pemberian Honor pada SMA, SMK dan SLB sederajat, guru honor dan tenaga kependidikan seperti tata usaha, satpam dan penjaga kebun menerima honor antara Rp 1 juta hingga Rp 2,3 juta rupiah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, HM Yusuf Effendi, menjelaskan, Selasa (1/09/2020), bahwa besaran honor Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non PNS di sekolah negeri naik menjadi Rp 2,3 juta. Jumlah total penerima 3.915 orang. Sedangkan untuk sekolah swasta masih sebesar Rp 1 juta yang diberikan kepada 1.927 orang.

Besaran honor tersebut meningkat dibandingkan tahun 2019. Untuk sekolah negeri sebesar Rp 1,5 juta dan untuk sekolah swasta sebesar Rp 1 juta diberikan kepada 1.959 orang.

"Kenaikan gaji bagi guru dan tenaga kependidikan non PNS tersebut sejalan dengan arahan dan harapan Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor," kata Kepala Disdikbud Kalsel ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), HM Yusuf Effendi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), HM Yusuf Effendi. (BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA)

“Harapan kami, mudah-mudahan dengan meningkatnya kesejahteraan tersebut, dapat memotivasi para guru, agar lebih optimal lagi dalam menjalankan profesinya, sehingga dampaknya adalah meningkatkan mutu pendidikan yang di Kalsel. Tapi pada intinya, peningkatan kesejahteraan harus diiringi dengan peningkatan kerja juga,” ujarnya.

Salah satu guru honorer, Dodi Mazuar (32), mengatakan, kebijakan pemprov dengan menaikkan honor yang awalnya Rp 1,5 juta dan kini menjadi Rp 2,3 juta dinilai sangat tepat.

“Lebih-lebih di masa pandemi seperti sekarang, guru-guru honorer sangat terbantu dengan kebijakan tersebut,” kata Dodi, Selasa (1/9/2020).

Dodi, satu dari sekian ribu guru honor yang menerima manfaat kebijakan pemprov tersebut, merupakan pengajar di SMAN 1 Banjarbaru.

Sejak tahun 2015, ia mengabdikan diri dengan mengampu mata pelajaran Seni Budaya. Ia juga aktif di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGPM) Kota Banjarbaru. (AOL/*) 

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved