Breaking News:

Berita Kalteng

Cegah Pemalsuan Buku Uji Kendaraan, Dishub Kapuas Terapkan Sistem Digital

Dishub Kapuas, Kalteng, menggunakan sistem digital pada pemeriksaan kendaraan bermotor sehingga data tersiman lebih baik dan tidak bisa disalahgunakan

DISHUB KAPUAS UNTUK BPOST GROUP
Pelayanan uji kir oleh Dishub Kabupaten Kapuas di Terminal Banama, Jalan Jepang, Kota Kualakapua, Provinsi Kalimantan Tengah. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Pengujian kendaraan bermotor perdana menggunakan sistem Sim Card pada Bukti Lulus Uji Elektronik Pengujian Kendaraan Bermotor (BLUE PKB), telah dilaksanakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, melalui Unit Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB).

Pengujian kendaraan dengan sistem itu dilaksanakan di kawasan Terminal Banama, Jalan Jepang Trans Kalimantan, Kota Kualakapuas, awal pekan tadi.

Pengujian tersebut dimaksudkan agar para pengguna kendaraan bermotor, khususnya kendaraan angkutan di wilayah Kabupaten Kapuas dapat lebih tertib dalam berkendara dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kapuas, Jagau, mengatakan, dengan upaya digitalisasi ini, diharapkan dapat memangkas bahkan menghilangkan hal-hal negatif yang dilakukan oleh para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Contohnya seperti hasil uji yang dimodifikasi dan pemalsuan buku uji di lapangan.

Dinas PMD Kabupaten Kapuas Dorong Desa Gali Potensi untuk Peroleh Pendapatan

Program Open Camp, Rutan Kelas IIB Kualakapuas Lakukan Panen Perdana

Cegah Karhutla, DLH Kabupaten Kapuas Ingatkan Warga Dampak Bencana Kabut Asap

Pelaku Penganiayaan Dibekuk Polsek Kapuas Tengah, Begini Kronologi Kejadian

"Terlebih aspek digital sudah masuk pada proses pengujian dan penilaian yang dilakukan oleh sistem, sehingga dapat memberikan manfaat serta peningkatan kualitas pelayanan angkutan umum, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Kapuas," jelasnya, Kamis (3/9/2020).

Seluruh bukti kir nantinya dirubah dengan sistem digitalisasi dan pewajib uji kir mendapatkan tiga elemen BLUE PKB.

Di antaranya, smart card sebagai pengganti kartu uji berkala/buku uji, berlaku satu tahun atau dapat digunakan dua kali uji berkala. Dan, dapat dibaca setiap saat tanpa memerlukan jaringan internet dengan menggunakan sistem Radio Frequency Indetification (RFID).

Kemudian, lembar hasil uji berupa kertas yang memuat data teknis kendaraan wajib uji dan hasil uji berkala, berlaku selama jangka waktu enam bulan.

Serta, sebagai media alat bantu petugas dalam pengawasan dan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan.

Terakhir, mendapatkan tanda uji sebagai pengganti stiker tanda samping, ditempel pada kaca depan dengan dilengkapi QR Code dan hologram.

"Hal ini juga dapat mempermudah sebagai media alat bantu petugas dalam pengawasan dan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved