Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Daya Beli Turun, Pedagang Beras di Banjarmasin Ini Sebut Rata-rata Penjualan 11 Ton Per Bulan

Pedagang sembako di pasar Sentra Antasari, Ady mengaku daya beli pelanggan di tempatnya jauh menurun dibandingkan sebelum pandemi melanda

banjarmasinpost.co.id/mariana
Pedagang beras di Pasar Sentra Antasari menakar beras pembelian pelanggan. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memasuki masa new normal atau adaptasi kebiasaan baru, tampaknya sektor bisnis utamanya kuliner masih belum sepenuhnya pulih pascamerangkak dari naik lagi dari keterpurukan beberapa waktu lalu.

Hal ini turut berimbas pada permintaan beras di pasar tradisional yang cukup menurun selama pandemi virus asal Wuhan, Cina.

Pedagang sembako di pasar Sentra Antasari, Ady mengaku daya beli pelanggan di tempatnya jauh menurun dibandingkan sebelum pandemi melanda.

"Rata-rata penjualan per bulan sebanyak 15 ton, setelah ada pandemi ini berkurang menjadi rata-rata 11 ton per bulan. Naik dan turun sedikit selama pandemi namun tidak signifikan tetap di kisaran 11 ton," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Musim Panen, Harga Beras Usang di Banjarmasin Tetap Lebih Mahal

Pengadaan Terus Berjalan, Bulog Kalsel Sebut Stok Beras Aman Hingga Akhir Tahun 2020

Imbas Tibanya Musim Panen, Harga Beras di Pasar Tradisional Banjarmasin Turun

Hal ini terjadi karena para pelanggan loyal yang terdiri dari para pengusaha kuliner, rumah makan, restoran, dan hotel masih belum normal usahanya seperti sedia kala.

Sedangkan segmen pembeli rumah tangga tidak berpengaruh signifikan pada penjualan di toko sembako, karena pembelian cenderung sedikit kisaran 2-5 kg per orang.

Seiring menipisnya stok beras banjar jenis usang, harga pun naik tipis Rp 500 Rp 12.500 per liter dari harga sebelumnya Rp 12.000 per liter. Sedangkan beras siam harganya lebih murah karena sedang musim panen yakni Rp 12.000 per liter. Jenis beras jawa cenderung stabil di kisaran Rp 11.000 per liter.

Senada di Pasar Muara Kelayan Banjarmasin harga beras cukup juga tidak terjadi kenaikan signifikan atau tetap stabil.

"Untuk jenis beras lokal yang kami jual disini tidak ada mengalami kenaikan, selain itu permintaan mengalami penurunan," ungkap pedagang muata kelayan, H Uhud.

Adapun jenis beras mayang, kini dibanderol Rp 520.000 hingga Rp 540.000 per karung, beras siam Rp 475.000 sampai Rp 480.000 per karung. Sedangkan beras unus Rp 500.000 sampai Rp 510.000 per karung.

Rata-rata dari harga beras yang dijual tersebut bervariasi tergantung kualitas, ada yang bagus dan yang sedikit kurang bagus. Di tingkat eceran biasanya beras jenis mayang di jual sekitar Rp 12.000 per liter.

Sedangkan untuk beras Jawa, hampir semua jenis yang sering dikonsumsi masyarakat tidak mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini karena pasokan dari pulau Jawa masih aman serta tidak terganggu dari segi pengiriman maupun hasil produksinya.

6 Penumpang Batik Air Positif Corona, Berasal dari Jakarta dan Operasional Pesawat Dihentikan

"Saat ini Beras Jawa jenis Lopo Ijo 5kg kini dijual Rp 590.000, 10 kg dijual Rp 118.000. Adapun jenis lele 25 kg dijual Rp 250.000 dan 10 kg dibanderol Rp 102.500," paparnya.

Ia mengaku saat ini permintaan akan kebutuhan beras menurun. Daya beli masyarakat berkurang, salah satu penyebabnya adalah Covid-19 yang membuat sebagian pendapatan masyarakat ikut terganggu. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved