Breaking News:

Berita Kalteng

Garapan Lahan Padi di Kawasan Food Estate Kapuas Kalteng Masuki Musim Panen, Potensi 1.212 Hektare

Hamparan sawah di Desa Gadabung, Keanatan Pandih Batu Kabupaten Pulangpisau di areal kawasan Food Estate saat ini telah memasuki masa musim panen

Humas Pemprov Kalteng
Saat penanaman padi di kawasan eks PLG Pulangpisau lalu. Saat ini, sudah panen padi di kawasan Eks PLG Kabupaten Pulangpisau, Kalteng 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Setelah melakukan penanaman bibit padi dan tanaman lainnya sejak beberapa bulan lalu di kawasan Food Estate untuk program ketahanan pangan nasional, lokasi pertanian tersebut, Senin (7/9/2020)  mulai memasuki masa musim panen.

Hamparan lahan sawah di Desa Gadabung, Keanatan Pandih Batu, Kabupaten Pulangpisau  termasuk dalam areal kawasan Food Estate yang saat ini telah memasuki musim panen periode pertanaman pada April hingga Bulan September 2020.

Lahan seluas 1.212 hektare dari total luas wilayah desa 1.928 hektar tersebut merupakan lahan sudah tanam untuk komoditas padi.

Realisasi luas panen hingga akhir Agustus mencapai 50 hektare, panen padi di Poktan Karya Bersama seluas 95 hektare,  untuk sisa  lahan 567 hektare.

Tersinggung, Remaja Tusuk Teman di Simpangempat Kabupaten Tanahbumbu

Pilkada Kalteng 2020, Kabag Ops Polres Kapuas Cek Sarpras dan Personel Pengamanan di KPU dan Bawaslu

Kedapatan Jual Sabu, Pria Pekapuran Banjarmasin Masuk Sel Rutan Polda Kalsel

"Diperkirakan realisasi panen secara bertahap hingga pertengahan September 2020. Provitas padi hibrida supadi mencapai 6 ton perhektare,“ ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Sunarti.

Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri, Rabu (2/9/2020) , melakukan kunjungan kerja mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, ke Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulangpisau, dalam rangka sukuran Panen Padi di Desa Gadabung.

Panen padi petani menggunakan Mesin Pemanen Padi (Combine Harvester), yang menggabungkan tiga proses penanganan pasca panen dari proses penuaian, perontokan dan pemisahan gabah dalam satu rangkaian operasi, merupakan solusi bagi petani untuk efisiensi waktu dan biaya operasional panen yang dngan bantuan alat panen modern itu, waktu panen paling lama dua jam. 

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved