Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Pilkada Banjarmasin 2020, Dapat Teguran Mendagri, Begini Klarifikasi Ibnu Sina

Dapat teguran keras dari Mendagri terkait mendaftar pilkada di KPU Banjarmasin, Ibnu Sina mengaku masih belum menerima surat resminya.

banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Bakal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina-Arifin Noor. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peserta Pilkada Banjarmasin 2020, H Ibnu Sina, rupanya termasuk yang mendapatkan teguran keras dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Seperti diketahui, baru-baru ini Mendagri melayangkan teguran keras kepada 51 kepala daerah, baik itu Gubernur/Wakil Gubernur, Wali Kota/Wakil Wali Kota hingga Bupati/Wakil Bupati.

Dari total 51 kepala daerah tersebut, 49 di antaranya mendapatkan teguran keras karena menimbulkan kerumunan saat mengikuti tahapan Pilkada 2020, khususnya saat mendaftarkan diri ke KPU masing-masing daerah.

Dan dari total 49 kepala daerah yang ditegur keras tersebut, Ibnu Sina-Arifin Noor pun termasuk di dalamnya. Pasangan ini mendaftar di KPU Banjarmasin saat Jumat (4/9/2020) pagi.

Sebelum menuju KPU Banjarmasin di Jalan Perdagangan, Ibnu Sina-Arifin Noor berkumpul di Masjid Hasanuddin Madjedi bersama para pendukung dan relawan.

Setelah melakukan prosesi salat dhuha, Ibnu Sina-Arifin Noor berjalan kaki menuju ke gedung KPU Banjarmasin yang letaknya ada di belakang Masjid Hasanuddin Madjedi dengan diiringi hadrah.

Pilkada Banjarmasin 2020, Mendagri Tegur Ibnu Sina-Arifin Noor, Begini Reaksi Bawaslu

Pilkada Kalsel 2020, Ada Bacalon Positif Covid-19, Isolasi Mandiri Baru Pemeriksaan Kesehatan

UPDATE Covid-19 Kalsel: Positif Bertambah 77 Orang, Total 8.837 Orang

Pasien Sembuh Covid-19 Terpapar Lagi Ditemukan di Banjarmasin, Dinkes Sebut Faktor Ini

8 Bakal Calon Peserta Pilkada Positif Covid-19, KPU Kalsel : Penetapan Menjadi Paslon Tertunda

Diperiksa Swab, 8 Bakal Calon Peserta Pilkada Tahun 2020 di Kalsel Terdeteksi Mengidap Covid-19

Dikonfirmasi terkait dengan adanya teguran keras dari Mendagri tersebut, Ibnu Sina mengaku masih belum menerima surat resminya.

"Memang saya lihat di berita, tercantum Banjarmasin. Dan kami sampai saat ini belum menerima surat teguran resminya," kata Ibnu Sina setelah menyerahkan bantuan untuk korban musibah kebakaran di Jalan Kuripan, Senin (7/9/2020) sore.

Kemudian, Ibnu Sina pun menerangkan bahwa terjadinya kerumunan saat dirinya mendaftar hanyalah spontanitas dari pendukung.

"Pagi itu ada salat dhuha di Masjid Hasanuddin Madjedi, lalu kami berjalan kami menuju KPU. Kemudian banyak pengikut, pendukung dan sebagainya. Dan itu spontan dari pendukung. Tapi kami pun tetap mengikuti protokol kesehatan juga. Pakai masker dan jaga jarak, selanjutnyayang masuk ke KPU pun, kan hanya boleh 11 orang saja," katanya.

Ibnu pun berharap ke depannya hal seperti ini tidak lagi terulang. Terlebih seperti diketahui tahapan Pilkada  Banjarmasin 2020 masih cukup panjang.

Bahkan Ibnu Sina mengaku siap apabila toh nantinya kampanye terbuka di lapangan ditiadakan.

"Mudahan tidak terulang lagi. Dan ke depan kami sesuai dengan aturan dari KPU saja. Kalau aturannya hanya 20 orang, ya 20 orang saja. Kalau tidak ada kampanye di lapangan, ya kita tidak akan melakukan kampanye di lapangan. Misalnya hanya lewat media sosial atau secara virtual saja," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved