Breaking News:

Pilkada Kalsel 2020

Pilkada Kalsel 2020, Ada Bacalon Positif Covid-19, Isolasi Mandiri Baru Pemeriksaan Kesehatan

Tim dokter optimis pemeriksaan kesehatan terhadap calon peserta pilkada di Kalsel yang positif Covid-19 bisa dilanjut setelah 10 atau 14 hari ke depan

ISTIMEWA
Dr. dr. H Mohammad Rudiansyah, M.Kes., SpPD-KGH, FINASIM, Ketua Tim Dokter Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Peserta Pilkada (TDPKBPP) di Kalimantan Selatan tahun 2020. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beberapa bakal calon peserta pilkada serentak di Kalimantan Selatan, terdeteksi positif terpapar Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan swab.

Mereka terpaksa tertunda mengikuti pemeriksaan kesehatan lanjutan karena harus menjalani isolasi.

Meski demikan, Ketua Tim Dokter Pemeriksaan Kesehatan Bapaslon Peserta Pilkada (TDPKBPP) di Kalsel Tahun 2020, Dr. dr. H Mohammad Rudiansyah, M.Kes., SpPD-KGH, FINASIM, optimis pemeriksaan kesehatan bisa dilanjutkan setelah 10 atau 14 hari ke depan.

Namun dengan catatan, calon yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala gangguan kesehatan.

"Iya, itu tidak menjatuhkan peserta. Hanya menunda untuk pemeriksaan saja. Jadi, pemeriksaan kesehatannya di undur 10 sampai 14 hari. Kami jadwalkan ulang. Jadi, tidak merubah apa-apa, kalau tidak ada gejala. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa," kata Rudiansyah saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Senin (7/9/2020).

Jika setelah menjalani isolasi bakal calon tersebut masih menunjukkan hasil swab positif, namun tetap tak bergejala, maka pemeriksaan kesehatan akan dilanjutkan.

UPDATE Covid-19 Kalsel: Positif Bertambah 77 Orang, Total 8.837 Orang

8 Bakal Calon Peserta Pilkada Positif Covid-19, KPU Kalsel : Penetapan Menjadi Paslon Tertunda

Diperiksa Swab, 8 Bakal Calon Peserta Pilkada Tahun 2020 di Kalsel Terdeteksi Mengidap Covid-19

Pilkada Banjarbaru 2020 - Positif Covid-19, Aditya Dapat Dispensasi Pemeriksaan Kesehatan

Kabar Terbaru Covid-19 Indonesia, Hari ini 7 September Tambah 2.880 Positif Corona,Jakarta Tertinggi

Pasalnya, kata lelaki yang juga merupakan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalsel ini, jika sudah melalui isolasi namun yang bersangkutan tetap tidak menunjukkan gejala apapun, maka pihaknya optimis infeksi Covid-19 sudah tidak terjadi pada yang bersangkutan.

"10 hari tanpa gejala, kalau diperiksa, apapun hasilnya tetap dilaksanakan pemeriksaan kesehatan. Setelah 10 hari kalau positif tanpa gejala, kami anggap sudah tidak menularkan," kata Rudiansyah.

Langkah ini menurutnya juga sesuai dengan Buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi 5 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

"Yang positif itu belum tentu virus masih hidup, karena terdeteksi itu bisa saja fragmen-fragmen virus yang sudah hancur. Jadi virus itu kalau kebetulan ada tangannya tapi badannya hancur tapi tangannya itu yang terdeteksi tapi tidak menginfeksi lagi," paparnya.

Selain pemeriksaan swab, setiap bakal calon Pilkada Kalsel 2020 pada pemeriksaan kesehatan akan melalui sederet prosedur dan pemeriksaan.

Mulai dari wawancara dan pemeriksaan urine oleh BNN, pemeriksaan psikologi oleh Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), lalu pemeriksaan darah, rekam jantung, fisik, USG, rontgen thorax, pemeriksaan mata, THT, ortopedi, saraf dan paru. Total 27 dokter tergabung dalam TDPKBPP.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved