Breaking News:

Berita Banjarbaru

Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba, BNN Kota Banjarbaru Sasar Pondok Pesantren

BNN Kota Banjarbaru menggalakan program pemberdayaan masyarakat anti narkoba di Pondok Pesantren dan madrasah tsnawiyah

Penulis: Aprianto | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Suasana kegiatan pemberdayaan masyarakat anti narkoba di lingkungan pendidikan tingkat tsanawiyah se kota banjarbaru. 

 Editor : Hari Widodo

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru terus berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat anti narkoba di wilayah Kota Banjarbaru.

Setelah sebelumnya di lingkungan pemerintahan dan pendidikan kota Banjarbaru, pemberdayaan masyarakat anti narkoba juga dilakukan di lingkungan pondok pesantren dan lingkungan pendidikan tingkat madrasah tsanawiyah se Kota Banjarbaru.

Selasa, (8/9/2020) dilaksanakan rapat kerja pemberdayaan masyarakat anti narkoba di lingkungan pendidikan tingkat tsanawiyah se kota banjarbaru di Dafam Hotel Banjarbaru.

Ada 15 sekolah baik tingkat tsanawiyah dan pondok pesantren yang ada di Kota Banjarbaru yang mengikuti kegiatan ini.

Wakil Bupati HSU Husairi Abdi Minta Tingkatkan Penggiat Anti Narkoba

Nunung Bereaksi Dapat Tawaran Duta Anti Narkoba, Picu Komentar Nyinyir Netizen

BNNK Balangan Rekrut 60 Penggiat Anti Narkoba, Libatkan Masyarakat dan ini

Tiap sekolah diwakili oleh dua orang baik itu kepala sekolah maupun guru sekolah atau perwakilannya.

Pada kegiatan ini, Kepala BNNP Kalsel Brigjend Pol Muhammad Aris Purnomo dan Kepala BNN Kota Banjarbaru AKBP Husni Thamrin menjadi nara sumber.

Saat ini lndonesia sudah dinyatakan dalam kondisi darurat narkoba. Sehingga diperlukan adanya gerakan penyadaran langsung yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Baik itu pemerintah, swasta, dunia pendidikan.

Kepala BNNP Kalsel Brigjend Pol Muhammad Aris Purnomo menegaskan kegiatan sosialiasi anti narkoba di lingkungan pondok pesantren diharapkan bisa menciptakan lingkungan sekolah anti narkoba.

"Dengan ilmu agama yang diajarkan di lingkungan pondok pesantren ataupun sekolah madrasah Tsanawiyah, mereka bisa menciptakan suasana yang bebas narkoba," ujarnya.

Kegiatan sosialiasi anti narkoba, disebutkannya dilakukan berkelanjutan baik itu di lingkungan pendidikan, swasta, hingga pemerintahan.

Disinggung soal ponpes apakah rawan dengan masuknya narkoba, Aris mengatakan masih dalam katagori aman dan tidak begitu parah.

"Untuk di ponpes termasuk lokasi yang masih aman. Adanya ilmu agama mereka, diharapkan bisa menangkal masuknya narkoba di ponpes," katanya.

Satgas Anti Narkoba di Kelurahan Sungai Tiung Cempaka Banjarbaru Sudah Terbentuk, Ini Tugas Mereka

Kepala BNN Kota Banjarbaru AKBP Husni Thamrin berharap dengan kegiatan ini, nantinya akan menghasilkan para penggiat anti narkoba dari lingkungan pendidikan ponpes untuk menjadi penggiat anti narkoba.

Dengan harapan, mereka paham dan mengerti dengan bahaya dan dampak buruk dari narkoba dan bisa menyampaikan kepada anak didik dan lingkungan ponpes.

"Kita berharap, nantinya dari kegiatan ini ditiap sekolah akan ada satu penggiat anti narkoba. Sehingga bisa menjadi ujung tombak pencegahan narkoba dilingkungan sekolah dan ponpesnya," tambahnya. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved