Breaking News:

Pilkada 2020

Pernyataan Tegas Presiden Jokowi Soal Calon yang Libatkan Kerumunan Saat Pendaftaran Pilkada 2020

Pernyataan Tegas Presiden Joko Widodo Soal Bakal Calon yang Libatkan Kerumunan Saat Pendaftaran Pilkada 2020

Editor: Rendy Nicko
youtube sekretariat presiden
Presiden Jokowi marahi para menteri di Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Kamis (18/6/2020). Ini Pernyataan Tegas Presiden Joko Widodo Soal Bakal Calon yang Libatkan Kerumunan Saat Pendaftaran Pilkada 2020 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berikut ini adalah Pernyataan Tegas Presiden Joko Widodo Soal Bakal Calon yang Libatkan Kerumunan Saat Pendaftaran Pilkada 2020.

Presiden Joko Widodo meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan TNI-Polri menertibkan pendaftaran bakal calon kepala daerah yang masih melibatkan kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas persiapan Pilkada 2020 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

SESAAT LAGI Ditutup, Ini Link Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 7 via Login www.prakerja.go.id

Daftar 4 Bantuan Sosial Hingga 2021, Mulai Subsidi Gaji, Kartu Prakerja, BLT dan Bansos Tunai

LINK Live Streaming Timnas U-19 Indonesia vs Kroasia, TV Online Mola TV dan Live Streaming Net TV

"Saya mengikuti situasi di lapangan. Masih banyak pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan bakal pasangan calon. Misalnya masih ada deklarasi bakal pasangan calon pilkada yang menggelar konser yang dihadiri oleh ribuan dan mengundang kerumumunan," kata Presiden Jokowi lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden.

"Selain itu, juga menghadirkan massa. Hal seperti inilah harus menjadi perhatian kita. Situasi ini tidak bisa dibiarkan," lanjut dia.

Ia pun meminta KPU, Bawaslu dan TNI-Polri untuk melibatkan tokoh masyarakat dan agama untuk menertibkan masyarakat agar tidak berkerumun dalam proses pendaftaran dan kampanye calon kepala daerah.

Apabila tak ditertibkan, Kepala Negara khawatir pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 justru menjadi klaster baru penularan Covid-19.

"Saya minta semua pihak pada penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, aparat pemerintah, jajaran keamanan, penegak hukum, seluruh aparat TNI-Polri, seluruh tokoh masyarakat, tokoh organisasi, untuk bersama mendisiplikan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan," lanjut dia.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melayangkan teguran keras kepada 51 kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Hampir semuanya ditegur karena menyebabkan kerumunan massa dalam tahapan Pilkada 2020.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved