Breaking News:

Berita Tanahlaut

Puluhan Tahun Berdiri, Panti Asuhan di Tanahlaut Ini Masih Tertatih Cukupi Operasional

Sejak berdiri pada 1982 silam namun hingga kini Panti Asuhan Tuntung Pandang di Kabupaten Tanahlaut masih tertatih mencukupi operasionalnya

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/idda royani
BPOST GROUP/ROY RUSAK - Beginilah kondisi salah satu sudut bangunan di Panti Asuhan Tuntung Pandang, Pelaihari. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sejak berdiri pada 1982 silam namun hingga kini Panti Asuhan Tuntung Pandang di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), masih tertatih-tatih untuk mencukupi operasionalnya.

Gedung panti pun umumnya mulai rapuh. Hanya beberapa unit yang baru rampung direhab dari dana sumbangan sukarela dermawan.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Selasa (8/9/2020), bangunan panti asuhan yang terletak di tepi jalan umum di Desa Aruatu, Kecamatan Pelaihari, tersebut tampak bersahaja.

Sebagian bangunan kondisi plafonya compang-camping. Ada pula bangunan di area belakang yang rusak berat, atapnya tidak ada lagi. Begitu pula ada dua bilik toliet yang tak berfungsi dalam keadaan rusak berat.

Sejak Pandemi Melanda, Sumbangan ke Panti Asuhan di Martapura Turun

Pandemi Covid-19, Panti Asuhan di Kalsel Kesulitan Keuangan

"Kami memang masih sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah maupun dermawan," ucap Ketua Yayasan Panti Asuhan Tuntung Pandang HM Saleh Baseri.

Dikatakannya, untuk perbaikan fisik bangunan semuanya mengandalkan donasi sukarela masyarakat. Kadang ada demawan yang datang dan membawa material bahan bangunan ssperti semen dan seng.

Pihaknya membuka pintu lebar-lebar jika ada dermawan yang ingin menjadi donatur tetap. Pasalnya hingga kini belum ada donatur tetap di Panti Asuhan Tuntung Pandang.

Guna meringankan biaya operasional, lanjut Saleh, pihaknya bercocok tanam seperti pepaya, singkong, membudidayakan ikan di kolam hingga memelihara ayam kampung.

Meski tak luas/banyak, setidaknya hasilnya dapat menutupi sebagian kebutuhan lauk untuk konsumsi harian. Sebagian lagi jika panenan berlimpah, dijual.

Saat ini, sebutnya, jumlah anak yatim yang menghuni panti belasan orang. Sedangkan yang diasuh namun berada di luar sekitar 26 orang.

Saleh mengatakan sesuai arahan Kemensos, anak yatim yang menghuni panti diprioritaskan yang benar-benar dari keluarga tak mampu.

Polres Balangan Potong 6 Sapi, Dagingnya untuk Warga, Panti Asuhan dan Ponpes

"Kalau masih ada keluarga yang mampu, kami arahkan tinggal bersama keluarga namun semua biaya pendidikan hingga pakaiannya, kami yang menanggung," sebut Saleh.

Biaya operasional bulanan yang dibutuhkan saat ini sekitar Rp 8 juta hingga sepuluh juta. "Alhamdulillah sejauh ini masih dapat kami tutupi. Harapan kami semoga ada bantuan lagi dari pemerintah daerah maupun dermawan," tandasnya. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved