Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Cafe Nostagia Banjarmasin Belum Dibuka Hingga Sekarang, Ini Alasannya, Karyawan pun Tetap Digaji

Salah satu kafe yang memilih tutup sejak awal Pandemi Covid-19 hingga sekarang adalah Cafe Nostagia di kawasan Jalan Belitung Darat Kota Banjarmasin.

istimewa
Suasana Fokus Coffee 

Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Adanya new normal masih ada beberapa pengusaha kafe maupun rumah makan memilih tetap tutup sambil menunggu kondisi new normal.

Salah satu kafe yang memilih tutup sejak awal Pandemi Covid-19 hingga sekarang adalah Cafe Nostagia di kawasan Jalan Belitung Darat Kota Banjarmasin.

"Kafe kita nuansanya cafe nostalgia. Pertimbangan kita adalah pengunjung di Cafe Nostalgia kebanyakan usia 50 tahun ke atas rentan terhadap penyakit Corona," papar H Aftahuddin, owner Cafe Nostagia, Rabu (9/9/2020).

Selama ini Cafe Nostagia dipergunakan sebagai tempat reunian alumni sekolah SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi tak hanya di Kota Banjarmasin maupun luar daerah.

Jadwal Pencairan Subsidi Gaji Rp 600 Ribu Tahap III via BPJS Ketenagakerjaan, Cek SMS BSU

Maruf Amin: Jakob Oetama Bawa Jurnalisme Indonesia Lebih Baik

Jokowi: Saya Sungguh Kehilangan, Jakob Oetama adalah Tokoh Bangsa

Mengingat lulusan lama, rata-rata yang menggelar reunian di kafe usianya di atas 45 tahun.

Aftah mengakui, sebelum Corona, rata-rata per bulan pemasukan hampir Rp 600 juta.

Walau pun Cafe nya masih belum buka, pihaknya hanya merumahkan karyawan 20 persen saja dan 80 persen masih kerja di tempatnya.

"Kita merumahkan 20 persen memang karyawan baru, sedangkan karyawan lama ditempatkan di toko sembako dan lain-lain.

Terpisah, Owner Focus Coffee di Jalan Soetoyo S Banjarmasin, Haris mengungkapkan walau pun pandemi Corona tetap membuka usahanya.

"Karyawan kami melayani dengan menggunakan protokol kesehatan, wajib masker. Tamu yang datang cuci tangan sebelum masuk, wajib pakai masker dan maksimal empat orang satu meja berjarak," ucapnya.

Ditambahkan dia, tamu yang datang ke kafe merupakan anak muda untuk bersantai. Sejak adanya new normal, ada peningkatan pengunjung sekitar 20 persen dibanding sebelumnya.

Haris mengatakan jenis kopi disajikan seperti Kopi Bali, Sumatera, Gayo, Flores, dan dan non kopi. Harganya cukup terjangkau, mulai Rp 15.000 sampai Rp 25.000.

"Kami juga ada jual menu baru, makanan rice bowl, harganya cukup terjangkau Rp 20.000," tandasnya.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved