Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Transaksi Non Tunai Makin Meningkat di Kalsel, Merchant QRIS Kalsel Capai 38.279

Merchant QRIS di Kalsel per Agustus 2020 tercatat 38.279 tersebar kabupaten kota, meningkat 4,3 persen dari Juli 2020 yang sebanyak 36.691 merchant.

banjarmasinpost.co.id/Mariana
Salah satu coffee shop di Banjarmasin yang sudah gunakan QRIS sebagai transaksi pembayaran non tunai 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pertumbuhan transaksi non tunai semakin meningkat, hal ini terlihat dari perkembangan merchant QRIS (Quick Response Indonesian Standard) secara nasional berjumlah 4.450.231, Kalimantan Selatan (Kalsel) berkontribusi 0,86 persen.

Di Kalimantan jumlah merchant QRIS sebanyak 165.619, sebaran merchant yakni di Kalimantan Timur sebanyak 49.921 merchant, Kalimantan Barat sebanyak 43.759 merchant, Kalimantan Selatan sebanyak 38.279 merchant, Kalimatan Tengah sebanyak 25.099 merchant dan Kalimantan Utara berjumlah 8.561 merchant.

"Sumbangsih Kalsel terhadap jumlah merchant QRIS di Kalimantan sebesar 23,1 persen. Adanya virtual expo yang akan digelar diharapkan akan terus bertambah,” harapnya.

Cegah Gangguan Kamtibmas di Selat Kapuas, Personel Polsek Selat Patroli Rutin, Ini Sasarannya

PENAMPAKAN Buaya Langka, Gendong 100 Anaknya di Punggung, Fotonya Dipuji Natural History Londo

Jokowi: Saya Sungguh Kehilangan, Jakob Oetama adalah Tokoh Bangsa

Sejalan dengan semakin meningkatnya penggunaan transaksi berbasis digital di Kalsel jumlah merchant yang sudah onboarding QRIS juga menunjukkan peningkatan.

Tercatat 38.279 jumlah merchant QRIS di Kalsel per Agustus 2020 ini tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Posisi ini mengalami peningkatan sebesar 4,3 persen dari Juli 2020 yang tercatat sebesar 36.691 merchant.

Sementara itu, volume transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS) mengalami pertumbuhan di triwulan II dibandingkan triwulan I 2020 sebesar 17 persen namun untuk nominal mengalami penurunan sebesar 16 persen.

"Adapun untuk volume transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) mengalami penurunan sebesar 8,82 persen dibandingkan triwulan sebelumnya dan nominal transaksi juga menurun sebesar 9,58 persen sejalan dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi di triwulan II. Jumlah nominal transaksi untuk kartu debit dan kartu kredit juga mengalami penurunan dibandingkan triwulan I masing-masing sebesar 7 persen dan 33,69 persen," tukasnya.

(banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved